Viral Adu Sakti Pesulap Merah dan Gus Samsudin, Warga: Kami Tak Percaya
Sabtu, 30 Juli 2022 - 16:29 WIB
loading...
A
A
A
Belum sempat keduanya melakukan adu kesaktian, ternyata kedatangan Marcel Radhival sudah dihalangi oleh orang yang mengaku sebagai kuasa hukum padepokan. Penghadangan itu, menimbulkan keributan di lingkungan sekitar padepokan.
Karena ada keributan, akhirnya Kepala Desa Rejowinangun, Bagas Wigasto mendatangi lokasi padepokan tempat adu kesaktian, dan meminta foto KTP Marcel Radhival atau Pesulap Merah. "Dua orang yang pakai seragam ormas, sudah kami minta ke daerah masing-masing," tegasnya.
Baca juga: Dobrak Kamar Kos, Satpol PP Dapati Pasangan Tak Berbaju Bercucuran Keringat
Salah seorang warga Desa Rejowinangun, Ardi mengaku tidak terlalu mempercayai kesaktian yang dimiliki Gus Samsudin Jadab. "Selama ini yang banyak datang ke Padepokan Nur Dzat Sejati, justru dari luar daerah. Kalau warga di sini tidak ada," tuturnya.
Padepokan Nur Dzat Sejati memiliki luas tanah lebih dari satu haktare. Untuk masuk pondok yang memiliki santri sekitar 70 orang ini, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya didata terlebih dahulu. Padepokan ini ramai oleh warga dari luar daerah, karena hendak berobat.
Karena ada keributan, akhirnya Kepala Desa Rejowinangun, Bagas Wigasto mendatangi lokasi padepokan tempat adu kesaktian, dan meminta foto KTP Marcel Radhival atau Pesulap Merah. "Dua orang yang pakai seragam ormas, sudah kami minta ke daerah masing-masing," tegasnya.
Baca juga: Dobrak Kamar Kos, Satpol PP Dapati Pasangan Tak Berbaju Bercucuran Keringat
Salah seorang warga Desa Rejowinangun, Ardi mengaku tidak terlalu mempercayai kesaktian yang dimiliki Gus Samsudin Jadab. "Selama ini yang banyak datang ke Padepokan Nur Dzat Sejati, justru dari luar daerah. Kalau warga di sini tidak ada," tuturnya.
Padepokan Nur Dzat Sejati memiliki luas tanah lebih dari satu haktare. Untuk masuk pondok yang memiliki santri sekitar 70 orang ini, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya didata terlebih dahulu. Padepokan ini ramai oleh warga dari luar daerah, karena hendak berobat.
(eyt)
Lihat Juga :