alexametrics

Air Mata Wali Kota Malang Menitik Saat Bertemu Pasien COVID-19

loading...
Air Mata Wali Kota Malang Menitik Saat Bertemu Pasien COVID-19
Wali Kota Malang, Sutiaji saat berkomunikasi dengan keluarga pasien positif COVID-19 di Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Foto/Dok. Humas Pemkot Malang
A+ A-
MALANG - Titik air tak mampu dibendung dari sudut mata Wali Kota Malang, Sutiaji. Dia begitu terharu, saat bertemu pasien positif COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri.

(Baca juga: Dari Ketinggian 6000 Kaki, Prajurit Marinir Menyerbu Situbondo)

Peristiwa ini terjadi, saat Sutiaji mengunjungi rumah pasien positif COVID-19 di wilayah Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.



Komunikasi wali kota dengan warganya ini, tetap mengedepankan protokol kesehatan. Keluarga pasien positif COVID-19, memilih berada di lantau dua rumahnya, sementara wali kota berdiri di halaman rumah pasien tersebut.

(Baca juga: Serang Anggota Piket Penjagaan Polres OKI, Pelaku Tewas Ditembak)

Pasien positif COVID-19, yang merupakan remaja putri tersebut, keluar dari kamarnya di lantai dua. Ditemani kedua orang tuanya, dia nampak menitikkan air mata sambil melambai ke arah wali kota.

"Semangat nak. Yakin, ananda pasti sembuh," ujar Sutiaji, begitu melihat remaja putri tersebut keluar kamar dan menatapnya berurai air mata. Semua warga yang menyaksikannya, juga turut memberikan dukungan semangat agar pasien tersebut cepat sembuh.

"Bapak (orang tua pasien positif COVID-19), terus dampingi ananda. Berikan asupan makanan dan vitamin untuk penguatan imun ananda," imbuh Sutiaji, menitipkan pesan kepada orang tua pasien.

(Baca juga: Hendak Tawuran, 4 Remaja dan 3 Celurit Diamankan Polisi)

Dia menjelaskan, pasien positif COVID-19 masih remaja dan tidak diikuti penyakit klinis lainnya. "Nanti kami juga bantu berikan ramuan herbal, dan mohon perkenan untuk diberikan ananda. Semoga mempercepat kesembuhannya," pesan Sutiaji.

Remaja putri tersebut, merupakan kasus ke-69 COVID-19 di Kota Malang, yang terdeteksi pada 7 Juni 2020. "Ini semata untuk memberikan motivasi dan semangat, karena tekanan psikis menjadi hal yang bisa membuat stres serta menurunnya imun pasien," pungkas Sutiaji.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak