8 Nakes RSGM Positif, Satgas COVID-19 Unpad Tracing Orang yang Pernah Kontak
Minggu, 28 Juni 2020 - 15:47 WIB
loading...
Satgas COVID-19 Unpad melakukan tracking menyusul ditemukannya delapan orang tenaga kesehatan di RSGM Unpad. Foto/Arif Budianto
A
A
A
BANDUNG - Satgas COVID-19 Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan tracking menyusul ditemukannya delapan orang tenaga kesehatan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unpad. Tracing menggunakan aplikasi Amari yang baru saja dikembangkan universitas ini.
Ketua Satgas COVID-19 Unpad dr.Setiawan mengatakan, pihaknya menggunakan aplikasi Amari untuk mentracing orang yang pernah kontak dengan 8 orang positif COVID. (Baca juga: Aparat Gabungan Buru Bandar Pembalakan Liar di Hutan Kalimantan )
"Amari ini digunakan untuk mendukung upaya contact tracing yang dilakukan terhadap pihak-pihak yang sempat melakukan hubungan langsung dengan kedelapan pegawai RSGM yang dinyatakan positif COVID-19," kata dia, Minggu (28/6/2020).
Menurut dia, sejauh ini baru ditemukan satu orang terverifikasi risiko tinggi. Hal itu didasarkan pada 1.900 data valid yang masuk melalui Amari. Namun hasilnya, dinyatakan negatif COVID-19 setelah dilakukan tes PCR.
“Hasil tersebut memperlihatkan sistem Amari yang dikembangkan cukup efisien untuk kewaspadaan dan respon terhadap COVID-19,” ujar Setiawan. (Baca juga: Gawat! Belasan Penumpang KRL Bogor-Jakarta Reaktif COVID-19, Tes Masif Diintensifkan )
Ketua Satgas COVID-19 Unpad dr.Setiawan mengatakan, pihaknya menggunakan aplikasi Amari untuk mentracing orang yang pernah kontak dengan 8 orang positif COVID. (Baca juga: Aparat Gabungan Buru Bandar Pembalakan Liar di Hutan Kalimantan )
"Amari ini digunakan untuk mendukung upaya contact tracing yang dilakukan terhadap pihak-pihak yang sempat melakukan hubungan langsung dengan kedelapan pegawai RSGM yang dinyatakan positif COVID-19," kata dia, Minggu (28/6/2020).
Menurut dia, sejauh ini baru ditemukan satu orang terverifikasi risiko tinggi. Hal itu didasarkan pada 1.900 data valid yang masuk melalui Amari. Namun hasilnya, dinyatakan negatif COVID-19 setelah dilakukan tes PCR.
“Hasil tersebut memperlihatkan sistem Amari yang dikembangkan cukup efisien untuk kewaspadaan dan respon terhadap COVID-19,” ujar Setiawan. (Baca juga: Gawat! Belasan Penumpang KRL Bogor-Jakarta Reaktif COVID-19, Tes Masif Diintensifkan )
Lihat Juga :