Motto Pemerintah Daerah Masa Kolonial Belanda, Blitar Bersemboyan Kerja Mengalahkan Segalanya

Rabu, 20 Juli 2022 - 15:15 WIB
loading...
Motto Pemerintah Daerah...
Nampak motto dan logo pemerintah Blitar pada masa Kolonial Belanda.Foto/ist
A A A
BLITAR - Motto atau semboyan pemerintah daerah , khususnya Gemeente atau Kotapraja berlaku sejak masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Motto yang biasanya muncul bersama simbol (lambang daerah) menjadi representasi daerah dan masyarakat setempat.

Tag line tersebut seringkali memakai bahasa latin atau bahasa Belanda yang tidak semua warga mampu memahaminya. Motto yang ada kemudian hanya bisa dipahami para birokrat pemerintah. Yakni mereka yang sebagian besar berasal dari kalangan priyayi (aristokrat) Jawa dan pernah menempuh sekolah Belanda.

Baca juga: Dibayar Sukarela, Tukang Pijat Magetan Bersyukur Rasakan Momen Haji Akbar

“Seperti juga kita sekarang yang begitu doyan dalam Bahasa Sansekerta, Kawi (Jawa Kuno) atau bahasa daerah yang mustahil semua orang tahu akan arti maknanya. Padahal semboyan atau motto harus mudah dipahami, sehingga kemudian dapat lebih dihayati artinya,” kata Haryoto Kunto dalam buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe.

Munculnya motto Gemeente yang mengikuti lambang kotapraja secara resmi muncul mulai tahun 1928. Dasarnya adalah ordonansi 7 September 1928 dengan kalimat bahasa Belanda yang berbunyi: Tak ada suatu lambang yang berlaku tanpa persetujuan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Adanya ordonansi mendorong sejumlah kotapraja membuat motto dan lambang kotanya masing-masing. Misalnya Kotapraja Blitar Jawa Timur mengusung motto Labor Improbos Omnia Vin Cit. Semboyan berbahasa latin itu memiliki terjemahan Kerja Mengalahkan Segalanya.

Pemakaian semboyan Labor Improbos Omnia Vin Cit atau Kerja Mengalahkan Segalanya kemungkinan untuk menunjukkan kepada pemerintah Kolonial Belanda bahwa masyarakat Blitar merupakan masyarakat pekerja keras.

Pada masa kemerdekaan semboyan Labor Improbos Omnia Vin Cit itu kemudian diganti Hurub Hambangun Praja yang berarti Semangat Membangun Negeri atau Daerah.

Dikutip dari website resmi Pemerintah Kota Blitar, berdasarkan Staatsblad van Nederlandsche Indie tahun 1906, sejak 1 April 1906 wilayah ibu kota (Kabupaten Blitar) ditetapkan sebagai Gemeente (Kotapraja) Blitar.

Dalam sejarahnya, pada tahun 1928 Kotapraja Blitar pernah berubah status menjadi kota karsidenan dengan nama Residensi Blitar. Namun entah kenapa, berdasarkan Stbld nomor 497 tahun 1928, kemudian kembali ditetapkan sebagai Gemeente Blitar.

Selain Gemeente Blitar, beberapa Gemeente di wilayah Jawa Timur juga mengusung semboyan daerahnya. Seperti Malang memakai semboyan Nominor Sursum Moveor yang berarti Malang Namaku Maju Tujuanku. Kotapraja Malang memakai lambang singa dan mahkota.

Dwi Cahyono dalam buku Malang, Telusuri dengan Hati menyebut semboyan dan lambang pada masa kolonial Belanda itu, dalam perjalanannya kemudian diganti. “Tanggal 10 April 1964 dengan keputusan DPRD no 7/DPRDGR sesanti Kota Madya Malang diganti menjadi Malang Kuca Icwara, atau lazim dibaca dalam kalimat lengkap Malangkuceswara (Tuhan Menghancurkan Yang Bathil),” tulis Dwi Cahyono.

Kotapraja Madiun mengusung semboyan Montes Prosperitatem Vident, yang artinya Gunung-gunung menjadi saksi akan kemakmurannya. Kota Batavia (Jakarta) memakai motto Dispereet Niet. Semboyan berbahasa Belanda itu berarti pantang menyerah atau jangan putus asa. Kemudian Gemeente Bandung, Jawa Barat menggunakan motto berbahasa latin Ex Undis Sol atau jika diBelandakan Uit de Golven de Zon. Artinya Mentari Muncul di Atas Gelombang.

Sedangkan Kotapraja Cirebon memakai motto Per Aspera Ad Astra ( Menuju Bintang melalui Jerih Payah), Kotapraja Padang Sumatera Barat menggunakan motto Salus Populi Suprema Lex (Keselamatan Rakyat merupakan Hukum Tertinggi), dan Kotapraja Medan memakai motto Ef Florescens E Planttie.

Meski sudah diatur jelas, dalam kenyataanya tidak semua kotapraja di masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda memiliki motto atau semboyan daerahnya. Sejumlah kotapraja diketahui hanya mencanangkan lambang daerah tanpa mengikutsertakan motto. Sejumlah daerah itu diantaranya adalah Gemeente Palembang, Surabaya, Makassar, Bogor, Salatiga dan Semaran
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
BSKDN Apresiasi Keberlanjutan...
BSKDN Apresiasi Keberlanjutan Inovasi Kota Mojokerto
Gubernur Sultra Gandeng...
Gubernur Sultra Gandeng KPK Perkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih
Legislator Partai Perindo...
Legislator Partai Perindo Dorong Pemda Bengkalis Optimalkan PAD untuk Atasi Tunda Bayar
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
Mendagri Berikan Penghargaan...
Mendagri Berikan Penghargaan Satyalancana kepada 7 Tokoh Atas Inovasi Sektor Maritim
Rekomendasi
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Uruguay Comeback atas Cape Verde di Babak Pertama
Berita Terkini
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved