Kasus PMK di Sulsel Kian Meluas, Sudah Mencapai 520 kasus
Selasa, 19 Juli 2022 - 18:09 WIB
loading...
A
A
A
Adapun peningkatan kasus yang signifikan terjadi di Kabupaten Jeneponto. Sebelumya, kasus di Jeneponto hanya ada 2, namun hanya berselang 4 hari, kasus melonjak drastis hingga 232 kasus.
Nurlina menyebut, hal itu disebabkan karena sebagian besar ternak di Jeneponto dibebaskan di padang penggembalaan, sehingga ternak bebas berinteraksi.
"Itu tidak di kandang jadi tidak terisolasi. Itu digembalakan jadi ternak terus bergerak sehingga penularannya cepat, dan itu memang jadi sentra ternak sapi Jeneponto," bebernya.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Siapkan Kompensasi Ternak Tertular PMK
Saat ini, sebanyak 11.500 vaksin telah disebar ke 9 daerah tertular. Alokasi vaksin terbanyak disalurkan ke Jeneponto, Toraja Utara, dan Bone.
Tana Toraja menerima 1.500 dosis vaksin, Toraja Utara, Bone, dan Jeneponto masing-masing menerima 2.000 dosis. Lalu Gowa 1.500 dosis, Makassar, Bantaeng, Luwu, Takalar masing-masing menerima 500 dosis.
Selain itu, Universitas Hasanuddin juga menerima 500 dosis vaksin. Dengan demikian, masih tersisa 3.500 dosis vaksin dari total 15.000 yang diterima dari Kementerian Pertanian.
"Vaksin juga diserahkan ke Unhas karena kan ada ternak di Unhas harus diamankan, apalagi ternak penelitian," jelasnya.
Nurlina menyebut, hal itu disebabkan karena sebagian besar ternak di Jeneponto dibebaskan di padang penggembalaan, sehingga ternak bebas berinteraksi.
"Itu tidak di kandang jadi tidak terisolasi. Itu digembalakan jadi ternak terus bergerak sehingga penularannya cepat, dan itu memang jadi sentra ternak sapi Jeneponto," bebernya.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Siapkan Kompensasi Ternak Tertular PMK
Saat ini, sebanyak 11.500 vaksin telah disebar ke 9 daerah tertular. Alokasi vaksin terbanyak disalurkan ke Jeneponto, Toraja Utara, dan Bone.
Tana Toraja menerima 1.500 dosis vaksin, Toraja Utara, Bone, dan Jeneponto masing-masing menerima 2.000 dosis. Lalu Gowa 1.500 dosis, Makassar, Bantaeng, Luwu, Takalar masing-masing menerima 500 dosis.
Selain itu, Universitas Hasanuddin juga menerima 500 dosis vaksin. Dengan demikian, masih tersisa 3.500 dosis vaksin dari total 15.000 yang diterima dari Kementerian Pertanian.
"Vaksin juga diserahkan ke Unhas karena kan ada ternak di Unhas harus diamankan, apalagi ternak penelitian," jelasnya.
Lihat Juga :