Kisah Pelukis Basoeki Abdullah Selalu Memilih Warna Hijau untuk Sosok Nyi Roro Kidul
Minggu, 17 Juli 2022 - 20:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Pelukis Sudjojono Bertengkar Hebat dengan Bung Karno Gara-gara Basuki Abdullah
Lukisan Nyi Roro Kidul dengan tujuh ekor kuda adalah pesanan terakhirnya sebelum meninggal dunia pada tahun 1985 di usia 62 tahun. Sayangnya, Basoeki tidak dapat melihat lagi karyanya.
Soal Nyi Roro Kidul dan kemudian banyak dijadikannya model lukisannya, Basoeki Abdullah memiliki keyakinannya sendiri. Ia mempercayai Nyi Roro Kidul adalah sosok wanita yang penuh welas asih, dan karenannya ia tak bisa menerima jika Nyai disebut penguasa laut.
Basoeki juga percaya Nyi Roro Kidul yang senantiasa muda dan cantik itu menjadi istri raja-raja Mataram dan akan membantu siapa saja yang berhubungan dengan Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta, termasuk kepada dirinya.
“Basoeki merasa bahwa dirinya adalah keluarga dari kesultanan Yogyakarta, atau lebih luas keluarga kerajaan Mataram, yang masuk daftar untuk dibantu Nyai,” tulis Agus Dermawan T.
Raden Basoeki Abdullah diketahui lahir di Sriwedari Solo, 27 Januari 1915. Ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara pasangan Raden Abdullah Suriosubroto dan Raden Ayu Sukarsih atau Raden Nganten Ngadisah.
Ayahnya yang dikenal pelukis naturalis adalah putra dokter Wahidin Sudirohusodo (1857-1917) dengan istri pertama yang bernama Freuiletau de Brtuyne alias Anna. Sementara ibu Basoeki Abdullah yang merupakan seniman batik berasal dari keluarga Kasunanan Solo.
Lukisan Nyi Roro Kidul dengan tujuh ekor kuda adalah pesanan terakhirnya sebelum meninggal dunia pada tahun 1985 di usia 62 tahun. Sayangnya, Basoeki tidak dapat melihat lagi karyanya.
Soal Nyi Roro Kidul dan kemudian banyak dijadikannya model lukisannya, Basoeki Abdullah memiliki keyakinannya sendiri. Ia mempercayai Nyi Roro Kidul adalah sosok wanita yang penuh welas asih, dan karenannya ia tak bisa menerima jika Nyai disebut penguasa laut.
Basoeki juga percaya Nyi Roro Kidul yang senantiasa muda dan cantik itu menjadi istri raja-raja Mataram dan akan membantu siapa saja yang berhubungan dengan Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta, termasuk kepada dirinya.
“Basoeki merasa bahwa dirinya adalah keluarga dari kesultanan Yogyakarta, atau lebih luas keluarga kerajaan Mataram, yang masuk daftar untuk dibantu Nyai,” tulis Agus Dermawan T.
Raden Basoeki Abdullah diketahui lahir di Sriwedari Solo, 27 Januari 1915. Ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara pasangan Raden Abdullah Suriosubroto dan Raden Ayu Sukarsih atau Raden Nganten Ngadisah.
Ayahnya yang dikenal pelukis naturalis adalah putra dokter Wahidin Sudirohusodo (1857-1917) dengan istri pertama yang bernama Freuiletau de Brtuyne alias Anna. Sementara ibu Basoeki Abdullah yang merupakan seniman batik berasal dari keluarga Kasunanan Solo.
Lihat Juga :