Khofifah Minta Adanya Sinkronisasi Perwali dan Perbup PSBB
Minggu, 26 April 2020 - 20:23 WIB
loading...
A
A
A
“Sejauh ini, yang meninggal akibat COVID-19 karena penyakit bawaan seperti diabetes. Kemudian keterlambatan dalam pelayanan akses kesehatan,” kata Khofifah.
Orang nomor satu di Jatim itu meminta agar masyarakat tidak memberi stigma yang buruk terhadap orang meninggal akibat COVID-19.
Menurut dia, tidak pantas orang yang meninggal akibat virus corona mendapat stigma buruk. Sebaliknya, dirinya meminta warga untuk bergotong royong dalam memberi simpati dan empati pada pasien yang meninggal dunia. “Kembali pada soal PSBB, nanti juga ada sanksi. Aturan tanpa sanksi juga tidak akan efektif,” kata dia.
Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan akan menyampaikan pada jajaran dibawahnya terkait pelaksanaan PSBB. Pihaknya tidak ingin aparat yang terjun di lapangan, tidak memahami apa tujuan pelaksanaan PSBB. “Selain itu, kami juga akan rapatkan lagi mengenai sebaran check poin di daerah yang menerapkan PSBB. Ini terkait dengan sebaran personel,” pungkas dia.
Orang nomor satu di Jatim itu meminta agar masyarakat tidak memberi stigma yang buruk terhadap orang meninggal akibat COVID-19.
Menurut dia, tidak pantas orang yang meninggal akibat virus corona mendapat stigma buruk. Sebaliknya, dirinya meminta warga untuk bergotong royong dalam memberi simpati dan empati pada pasien yang meninggal dunia. “Kembali pada soal PSBB, nanti juga ada sanksi. Aturan tanpa sanksi juga tidak akan efektif,” kata dia.
Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan akan menyampaikan pada jajaran dibawahnya terkait pelaksanaan PSBB. Pihaknya tidak ingin aparat yang terjun di lapangan, tidak memahami apa tujuan pelaksanaan PSBB. “Selain itu, kami juga akan rapatkan lagi mengenai sebaran check poin di daerah yang menerapkan PSBB. Ini terkait dengan sebaran personel,” pungkas dia.
(nth)