UMI Bakal Beri Gelar Doktor Kehormatan Kepada Menteri Pendidikan Malaysia
Kamis, 14 Juli 2022 - 16:52 WIB
loading...
Suasana press conference terkait pemberian gelar kehormatan kepada Menteri Pendidikan Malaysia, YBM Datok Seri Dr Noraini Binti Ahmad. Foto: SINDOnews/Alfiandis
A
A
A
MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) akan memberikan gelar doktor honoris causa bidang manajemen pemerintahan kepada Menteri Pengajian Tinggi (Pendidikan) Malaysia, YBM Datok Seri Dr Noraini Binti Ahmad.
Rencananya, penobatan gelar akan dilaksanakan di Auditorium Al Jibra Kampus Dua Urip Sumaharjo UMI Makassar, Jumat 15 Juli 2022 besok.
Baca juga:Pembina Yayasan UMI Terpilih sebagai Ketua APPERTI
Penganugerahan yang diberikan ini juga menjadi yang ke-4 setelah sebelumnya diberikan kepada Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di tahun 2018, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin pada 2020, dan ketiga Rektor University Kebangsaan Malaysia, Prof Mohd Ekhwan di tahun 2021.
Saat press conference, Kamis (14/7/2022), Rektor UMI, Prof Basri Modding mengungkapkan, penganugerahan yang diberikan kepada Menteri Pendidikan Malaysia tak lepas dari jenjang karir yang diraihnya, baik pendidikan maupun kinerjanya selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan Malaysia.
“Jadi kita tidak sembarang memberikan doktor kehormatan, jadi dia juga salah satu wanita terkuat dengan berbagai gelar yang diperoleh setelah menyelesaikan program studinya baik di Univestias Malaysia maupun di Kanada,” paparnya.
Tak hanya itu, berbagai kebijakan yang dijalankan semenjak menjabat sebagai Menteri Pendidikan Malaysia, memberikan pengaruh terhadap sektor pendidikan di Malaysia, menjadi alasan mengapa Rektor UMI memberikan gelar kehormatan tersebut.
“Kita juga cukup selektif memberikan gelar kehormatan, kita tidak asal memberikan gelar, namun dia merupakan salah satu wanita yang terpilih di parlemen di amerika dari segi pendidikan,” tegasnya.
Baca juga:Rektor UMI Jadi Narasumber Rembuk Nasional dan RPPP ke-1 APTISI
Tak hanya itu pemberian gelar kehormatan kepada Menteri yang juga memiliki darah keturunan Parepare ini, tak lepas dari usulan lembaga masyarakat Sulsel dan Pengurus Pusat Badan kerja sama Indonesia Malaysia.
“Datok Sri DR Nuraini Ahmad, ini diberikan dengan usulan dari dua lembaga masyarakat, Kerukunan Masyarakat Sulawesi Selatan dan Pusat Badan kerjasama Indonesia dan Malaysia,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor 5 Prof Muh Hattah Fattah mengungkapkan, tak hanya penganugerahan yang diberikan, pihak UMI berharap kehadiran Menteri Pendidikan Malaysia di salah satu kampus swasta terbaik di Indonesia bagian Timur, dapat menjalin kerja sama di sekmen pertukaran mahasiswa antara UMI dan kampus yang berada di Malaysia.
“Tentang kerja sama kami juga tentu ada kerja sama, kita ingin kerja sama ada skema yang kita harap bagaimana UMI masuk list untuk tempat mengirim mahasiswa ke Malaysia begitupun sebaliknya,” katanya.
Tak hanya itu, hadirnya Datok Seri Dr Noraini Binti Ahmad di UMI dapat membuka peluang kerja sama dalam hal penerapan kurikulum kembaran yang dapat di terapan di Kampus UMI. Sehingga berbagai program seperti penguatan pembangunan di Sulsel melalui riset yang tengah di usung UMI juga diharapkan dapat saling bersinergi.
Baca juga:Pendaftaran Calon Mahasiswa Baru UMI Ditutup pada 7 Juli 2022
“Kita juga berharap ada program kurikulum kembaran, seperti kredit transfer yang saat ini berjalan antara kita bersama dengan UMKM kolaborasi riset untuk menjawab soal pembangunan di sulsel,” tutupnya.
Kehadiran Menteri Pengajian Tinggi Malaysia juga akan menjadi pembicara Utama dalam Acara Tudang sipulung masyarakat Bugis Global. Sekaligus akan membawakan orasi ilmiah.
Rencananya, penobatan gelar akan dilaksanakan di Auditorium Al Jibra Kampus Dua Urip Sumaharjo UMI Makassar, Jumat 15 Juli 2022 besok.
Baca juga:Pembina Yayasan UMI Terpilih sebagai Ketua APPERTI
Penganugerahan yang diberikan ini juga menjadi yang ke-4 setelah sebelumnya diberikan kepada Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di tahun 2018, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin pada 2020, dan ketiga Rektor University Kebangsaan Malaysia, Prof Mohd Ekhwan di tahun 2021.
Saat press conference, Kamis (14/7/2022), Rektor UMI, Prof Basri Modding mengungkapkan, penganugerahan yang diberikan kepada Menteri Pendidikan Malaysia tak lepas dari jenjang karir yang diraihnya, baik pendidikan maupun kinerjanya selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan Malaysia.
“Jadi kita tidak sembarang memberikan doktor kehormatan, jadi dia juga salah satu wanita terkuat dengan berbagai gelar yang diperoleh setelah menyelesaikan program studinya baik di Univestias Malaysia maupun di Kanada,” paparnya.
Tak hanya itu, berbagai kebijakan yang dijalankan semenjak menjabat sebagai Menteri Pendidikan Malaysia, memberikan pengaruh terhadap sektor pendidikan di Malaysia, menjadi alasan mengapa Rektor UMI memberikan gelar kehormatan tersebut.
“Kita juga cukup selektif memberikan gelar kehormatan, kita tidak asal memberikan gelar, namun dia merupakan salah satu wanita yang terpilih di parlemen di amerika dari segi pendidikan,” tegasnya.
Baca juga:Rektor UMI Jadi Narasumber Rembuk Nasional dan RPPP ke-1 APTISI
Tak hanya itu pemberian gelar kehormatan kepada Menteri yang juga memiliki darah keturunan Parepare ini, tak lepas dari usulan lembaga masyarakat Sulsel dan Pengurus Pusat Badan kerja sama Indonesia Malaysia.
“Datok Sri DR Nuraini Ahmad, ini diberikan dengan usulan dari dua lembaga masyarakat, Kerukunan Masyarakat Sulawesi Selatan dan Pusat Badan kerjasama Indonesia dan Malaysia,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor 5 Prof Muh Hattah Fattah mengungkapkan, tak hanya penganugerahan yang diberikan, pihak UMI berharap kehadiran Menteri Pendidikan Malaysia di salah satu kampus swasta terbaik di Indonesia bagian Timur, dapat menjalin kerja sama di sekmen pertukaran mahasiswa antara UMI dan kampus yang berada di Malaysia.
“Tentang kerja sama kami juga tentu ada kerja sama, kita ingin kerja sama ada skema yang kita harap bagaimana UMI masuk list untuk tempat mengirim mahasiswa ke Malaysia begitupun sebaliknya,” katanya.
Tak hanya itu, hadirnya Datok Seri Dr Noraini Binti Ahmad di UMI dapat membuka peluang kerja sama dalam hal penerapan kurikulum kembaran yang dapat di terapan di Kampus UMI. Sehingga berbagai program seperti penguatan pembangunan di Sulsel melalui riset yang tengah di usung UMI juga diharapkan dapat saling bersinergi.
Baca juga:Pendaftaran Calon Mahasiswa Baru UMI Ditutup pada 7 Juli 2022
“Kita juga berharap ada program kurikulum kembaran, seperti kredit transfer yang saat ini berjalan antara kita bersama dengan UMKM kolaborasi riset untuk menjawab soal pembangunan di sulsel,” tutupnya.
Kehadiran Menteri Pengajian Tinggi Malaysia juga akan menjadi pembicara Utama dalam Acara Tudang sipulung masyarakat Bugis Global. Sekaligus akan membawakan orasi ilmiah.
(luq)
Lihat Juga :