Legenda Coban Rondo, Air Terjun Janda dan Kisah Cinta Tragis di Baliknya
Sabtu, 09 Juli 2022 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Di tengah perjalanan, Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo bertemu dengan Joko Lelono. Rupanya orang asing itu terpikat kecantikan Dewi Anjarwati pada pandangan pertama. Joko Lelono pun menantang Raden Baron Kusumo berduel untuk memperebutkan Dewi Anjarwati.
Sang istri diminta untuk bersembunyi di balik air terjun sembari menunggu suaminya datang menjemput. Tak disangka, Raden Baron Kusumo dan dan Joko Lelono sama-sama tewas dalam pertarungan. Janji Raden Baron Kusumo untuk menjemput istrinya tak bisa dipenuhi. Tinggallah Dewi Anjarwati yang menjanda meratapi nasibnya di balik air terjun.
Tangis dan kesedihan Dewi Anjarwati pun dipercaya membawa kutukan pada tempat ini. Konon, pasangan yang berpacaran di air terjun ini tidak akan awet. Bahkan, mereka tidak akan sampai ke pelaminan akibat kutukan dari Dewi Anjarwati. Namun, ini hanya mitos yang berkembang di masyarakat.
Mitos-mitos Coban Rondo.
Konon katanya, pasangan yang sedang berpacaran dilarang ke Coban Rondo. Mitos ini berkaitan dengan tradisi masa lalu yang kemudian dipercayai masyarakat. Wisatawan yang datang dengan berpacaran dan belum menikah akan mengalami kesialan.
Pasangan muda-mudi yang belum terikat dalam pernikahan, diyakini tidak akan sampai ke pelaminan usai berkunjung ke Coban Rondo. Hal ini didasarkan pada cerita bahwa kutukan dari Dewi Anjarwati tak ingin orang lain bersenang-senang di atas penderitaannya.
Mitos yang lain, larangan untuk buang sampah bahkan buang air sembarangan. Di Coban Rondo ini dipercayai banyak dihuni makhluk penunggu. Pengunjung yang datang harus menaati peraturan tertulis di sana, termasuk larangan buang air sembarangan dan buang sampah sembarangan.
Sang istri diminta untuk bersembunyi di balik air terjun sembari menunggu suaminya datang menjemput. Tak disangka, Raden Baron Kusumo dan dan Joko Lelono sama-sama tewas dalam pertarungan. Janji Raden Baron Kusumo untuk menjemput istrinya tak bisa dipenuhi. Tinggallah Dewi Anjarwati yang menjanda meratapi nasibnya di balik air terjun.
Tangis dan kesedihan Dewi Anjarwati pun dipercaya membawa kutukan pada tempat ini. Konon, pasangan yang berpacaran di air terjun ini tidak akan awet. Bahkan, mereka tidak akan sampai ke pelaminan akibat kutukan dari Dewi Anjarwati. Namun, ini hanya mitos yang berkembang di masyarakat.
Mitos-mitos Coban Rondo.
Konon katanya, pasangan yang sedang berpacaran dilarang ke Coban Rondo. Mitos ini berkaitan dengan tradisi masa lalu yang kemudian dipercayai masyarakat. Wisatawan yang datang dengan berpacaran dan belum menikah akan mengalami kesialan.
Pasangan muda-mudi yang belum terikat dalam pernikahan, diyakini tidak akan sampai ke pelaminan usai berkunjung ke Coban Rondo. Hal ini didasarkan pada cerita bahwa kutukan dari Dewi Anjarwati tak ingin orang lain bersenang-senang di atas penderitaannya.
Mitos yang lain, larangan untuk buang sampah bahkan buang air sembarangan. Di Coban Rondo ini dipercayai banyak dihuni makhluk penunggu. Pengunjung yang datang harus menaati peraturan tertulis di sana, termasuk larangan buang air sembarangan dan buang sampah sembarangan.
Lihat Juga :