5 Ramalan Jayabaya yang Sudah Terjadi, Salah Satunya Pasar Ilang Kumandhang

Minggu, 14 September 2025 - 19:20 WIB
loading...
5 Ramalan Jayabaya yang...
Ramalan Jayabaya hingga saat ini masih ada mempercayainya. Entah kebetulan atau tidak, ramalan Prabu Jayabaya seolah-olah benar adanya pada kehidupan sekarang ini di tengah perkembangan iptek. Foto: Ist
A A A
RAMALAN Jayabaya hingga saat ini masih ada mempercayainya. Entah kebetulan atau tidak, ramalan Prabu Jayabaya seolah-olah benar adanya pada kehidupan sekarang ini di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Ramalan Raja Kediri abad ke-12 yang dikenal bukan hanya sebagai pemimpin bijak, tetapi juga sosok visioner dengan kemampuan meramalkan masa depan. Ramalan tersebut disusun dalam bentuk tembang berbahasa Jawa Kuno yang bisa dilagukan dan dipercaya mengandung makna mendalam.

Baca juga: Kisah Prabu Jayabaya, Raja Kediri Pencipta Ramalan Jayabaya yang Melegenda

Sejarah Indonesia mencatat beberapa peristiwa besar yang disebut-sebut Jayabaya sesuai dengan prediksi sang raja.

5 Ramalan Jayabaya yang Sudah Terjadi

1. Penjajahan Jepang yang Singkat

Salah satu ramalan Jayabaya yang paling terkenal adalah soal penjajahan di Indonesia. Disebutkan bahwa akan ada bangsa asing berkulit kuning yang datang menjajah, namun masa kekuasaannya tidak akan lama. Ramalan ini dikaitkan dengan penjajahan Jepang yang berlangsung hanya sekitar 3 tahun (1942–1945), jauh lebih singkat dibanding penjajahan Belanda.

2. Kreta Tanpa Jaran (Kereta Tanpa Kuda)

Dalam bait ramalan disebutkan “Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran,” yang berarti suatu saat akan ada kereta tanpa kuda. Tafsir ini kemudian dikaitkan dengan hadirnya kendaraan bermotor seperti mobil dan kereta api yang kini menjadi transportasi utama masyarakat. Ramalan ini dianggap sesuai dengan perkembangan teknologi modern.

3. Tanah Jawa Kalungan Wesi (Pulau Jawa Dikelilingi Besi)

Ramalan Jayabaya juga menyebutkan “Tanah Jawa kalungan wesi,” yang dimaknai bahwa Pulau Jawa akan dikelilingi besi. Banyak yang menafsirkan ini sebagai simbol jaringan rel kereta api yang memang membentang luas di Pulau Jawa. Pada masa kolonial Belanda, rel kereta pertama dibangun di Semarang dan terus berkembang hingga ke berbagai wilayah.

4. Prahu Mlaku Ing Dhuwur Awang-Awang (Perahu di Angkasa)

Kalimat “Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang” atau perahu berjalan di angkasa sering dikaitkan dengan pesawat terbang. Di masa lalu, orang Jawa menyebut kendaraan laut sebagai prahu, sehingga gambaran perahu yang bisa berjalan di udara sangat mengejutkan. Kehadiran pesawat akhirnya dianggap sebagai bukti nyata ramalan ini.

5. Pasar Ilang Kumandhang (Pasar Kehilangan Suara)

Ramalan lain berbunyi “Pasar ilang kumandhang,” yang berarti pasar kehilangan suara. Banyak yang menafsirkannya sebagai kondisi modern di mana aktivitas jual beli tidak lagi riuh di pasar tradisional melainkan beralih ke pasar modern atau belanja daring. Fenomena E-Commerce saat ini dianggap sesuai dengan ramalan tersebut.

Warisan Ramalan Jayabaya yang Masih Dipercaya

Meski banyak tafsir yang berbeda, tak bisa dipungkiri bahwa sebagian ramalan Jayabaya terasa relevan dengan perkembangan zaman. Mulai dari teknologi transportasi, penjajahan, hingga perubahan gaya hidup masyarakat. Semua dikaitkan dengan prediksi yang ditulis berabad-abad lalu.

Hingga kini, ramalan ini tetap menjadi bagian dari warisan budaya Jawa yang mengandung makna mistis. Bagi sebagian orang, Jayabaya dianggap bukan sekadar raja, tetapi juga peramal yang jejaknya masih mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap masa depan.

MG/Nesya Naila Naulia
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kepercayaan Bulan Safar...
Kepercayaan Bulan Safar Membawa Sial, Termasuk Khurafat? Ini Penjelasannya
Mengapa Bulan Safar...
Mengapa Bulan Safar Dianggap Membawa Kesialan? Ini Penjelasan Islam dan Asal Usul Mitosnya
Guru Besar Universitas...
Guru Besar Universitas Jayabaya Tekankan Pentingnya Pergeseran Paradigma dalam Hukum Kepailitan
Rekomendasi
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved