Sarpras Praktik Siswa SMK Ketinggalan Zaman, DPRD Kendal: Banyak Lulusan SMK Gagap di Dunia Kerja
Selasa, 05 Juli 2022 - 20:29 WIB
loading...
Komisi D DPRD Kendal menyoroti minimnya sarpras kegiatan belajar mengajar di SMK. Akibatnya lulusan SMK di Kabupaten Kendal gagap ketika terjun ke dunia kerja.
A
A
A
KENDAL - Komisi D DPRD Kendal menyoroti masih minimnya sarana dan prasarana (sarpras) penunjang kegiatan belajar mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Akibatnya, masih banyak lulusan SMK di Kabupaten Kendal yang gagap ketika terjun ke dunia kerja.
Mahfud Shodiq, Ketua Komisi D DPRD Kendal, mengatakan, sarpras yang ada di SMK belum sesuai dengan peralatan yang digunakan di dunia usaha. Bahkan, hal yang sama juga terjadi di Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah.
“Karena kondisinya sudah jadul atau ketinggalan zaman, para lulusan SMK maupun BLK kesulitan mengoperasikan peralatan milik perusahaan-perusahaan besar yang sudah maju dan modern,” ujarnya saat menghadiri Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka tingkat SMK yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Kendal, Selasa (5/7/2022).
Lebih lanjut, pihaknya mengapresiasi kegiatan workshop yang dilaksanakan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Kabupaten Kendal sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas para guru. Mahfud berharap output SMK di Kabupaten Kendal ke depan lebih kompetitif sehingga dapat terserap di dunia kerja.
“SMK menjadi salah satu harapan kita, untuk membantu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Kendal. Apalagi generasi Z hari ini yang sudah sangat famililiar dengan gagdet menjadi pekerjaan rumah penting, agar gadget ini bukan menjadi persoalan, tapi benar-benar bisa membuka inspirasi untuk kerja lebih baik,” paparnya.
Workshop dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan XIII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Ernest Ceti Septiyanti, dan menghadirkan narasumber Inu Indarto selaku Pengawas Sekolah Binaan.
Ernest Ceti Septiyanti dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para pemangku kepentingan terkait di Kabupaten Kendal dalam mendukung program Kurikulum Merdeka. “Kami apresiasi, pelaksanaan kegiatan workshop ini, dimana dilaksanakan dalam gedung dewan ini. Kegiatan ini untuk merubah mindsite pembelajaran masa kini, sebagaimana kurikulum yang menjadi kebijakan saat ini yakni kurikulum merdeka belajar,” ucapnya.
Mahfud Shodiq, Ketua Komisi D DPRD Kendal, mengatakan, sarpras yang ada di SMK belum sesuai dengan peralatan yang digunakan di dunia usaha. Bahkan, hal yang sama juga terjadi di Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah.
“Karena kondisinya sudah jadul atau ketinggalan zaman, para lulusan SMK maupun BLK kesulitan mengoperasikan peralatan milik perusahaan-perusahaan besar yang sudah maju dan modern,” ujarnya saat menghadiri Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka tingkat SMK yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Kendal, Selasa (5/7/2022).
Lebih lanjut, pihaknya mengapresiasi kegiatan workshop yang dilaksanakan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Kabupaten Kendal sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas para guru. Mahfud berharap output SMK di Kabupaten Kendal ke depan lebih kompetitif sehingga dapat terserap di dunia kerja.
“SMK menjadi salah satu harapan kita, untuk membantu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Kendal. Apalagi generasi Z hari ini yang sudah sangat famililiar dengan gagdet menjadi pekerjaan rumah penting, agar gadget ini bukan menjadi persoalan, tapi benar-benar bisa membuka inspirasi untuk kerja lebih baik,” paparnya.
Workshop dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan XIII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Ernest Ceti Septiyanti, dan menghadirkan narasumber Inu Indarto selaku Pengawas Sekolah Binaan.
Ernest Ceti Septiyanti dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para pemangku kepentingan terkait di Kabupaten Kendal dalam mendukung program Kurikulum Merdeka. “Kami apresiasi, pelaksanaan kegiatan workshop ini, dimana dilaksanakan dalam gedung dewan ini. Kegiatan ini untuk merubah mindsite pembelajaran masa kini, sebagaimana kurikulum yang menjadi kebijakan saat ini yakni kurikulum merdeka belajar,” ucapnya.
Lihat Juga :