Kekosongan Kuota PPDB Zonasi Rawan Diperjualbelikan

Jum'at, 01 Juli 2022 - 22:13 WIB
loading...
Kekosongan Kuota PPDB...
Kekosongan kursi akibat kuota PPDB jalur zonasi di Kota Makassar yang tidak terpenuhi rawan dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab. Foto/Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Kekosongan kursi akibat kuota penerimaan peserta didik baru ( PPDB ) jalur zonasi di Kota Makassar yang tidak terpenuhi rawan dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab. Sebut saja potensi jual beli kursi.

Salah satu orang tua siswa, Andi Fadly, mengaku jika anaknya gagal dalam seleksi zonasi ini. Padahal anaknya dia daftarkan di SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 3, yang mana kedua sekolah tersebut berjarak kurang dari satu kilometer dari rumahnya.

Baca Juga: Hari Pertama PPDB Makassar, Ortu Siswa Keluhkan Titik Koordinat Tak Sesuai Domisili

Skor yang diperoleh anaknya di SMP Negeri 24 adalah 8.687 dan di SMP Negeri 3 adalah 8.696. Usia anaknya pun bisa dibilang sangat cukup yakni 13 tahun. Dia pun mempertanyakan mekanisme kelulusan peserta didik jalur zonasi.

"Logikanya, kalau ada yang punya jarak rumah sama dengan saya, indikator penilaian ke skoring, lalu ke umur. Nah ada informasi jika ada yang jauh rumahnya tapi lulus. Ini yang mau dikroscek. Saya mau ke sekolah. Mau lihat mekanisme kelulusan seperti apa. Ini harus transparan," tegasnya.

Dia juga menyoroti dan mempertanyakan kepada kelulusan peserta didik yang berkali-kali ditunda. Kata dia, hal itu bisa membuat masyarakat berasumsi jika memang ada hal yang disembunyikan.

Sementara itu, juga beredar informasi melalui pesan WhatsApp jika ada oknum di salah satu sekolah dasar yang menawarkan peluang masuk sekolah dengan membayar Rp2 juta.

"Ada yang tidak lulus ditawari lewat pintu belakang. Kuota tidak banyakji," demikian bunyi pesan WhatsApp itu.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Dewan Pendidikan, Fachrudin Palapa, mengaku sudah sejak awal mewanti-wanti Dinas Pendidikan agar pelaksanaan PPDB dilaksanakan dengan profesional, transparan, dan akuntabel.

Namun pada fakta di lapangan, dirinya banyak menerima laporan jika panitia sekolah justru menutup-nutupi data pengumuman seleksi.

"Kami banyak terima aduan pengumuman di sekolah itu tidak transparan. Banyak orang tua yang minta hasilnya dibuka. Mereka minta diperlihatkan skornya tapi tidak diperlihatkan oleh sekolah," katanya.

"Disdik dan pihak sekolah harus transparan. Kalau ada ortu siswa datang minta skor, diperlihatkan saja supaya jelas. Kalau semua dibuat secara transparan, itu akan akuntabel dan publik tidak akan bertanya-tanya," imbuh dia.

Bahkan, informasi terkait jual beli kursi juga sudah sampai di pihaknya. Dirinya meminta pihak Dinas Pendidikan agar segera melakukan investigasi untuk mencari tahu kebenarannya.

"Informasi jual beli kursi itu sudah sampai di kita kabarnya dan kita sudah minta Disdik untuk melakukan investigasi. Tapi menurut mereka sejauh ini belum ada faktanya. Karena yang melapor juga tidak menyebut di mana sekolah yang dimaksud," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, mengaku sudah mendengar kabar serupa. Menurutnya, memang hampir selalu ada calo pada setiap momen.

"Teman-teman harus carikan saya bukti. Malau ada aparat yang terlibat, pasti saya berhentikan. Saya jamin," tegas Danny, sapaan akrabnya.

Menurut dia, kabar jual beli kursi senilai Rp2 juta itu justru terbilang murah. Dia menilai ada oknum yang hanya ingin mengambil kesempatan.

Baca Juga: Pengumuman PPDB Jalur Zonasi SD-SMP di Makassar Terus Mulur

"Murah itu. Yang saya dengar Rp30 juta. Karena di daerah saja, ada temanku, saya tidak sebut daerah mana itu Rp7 juta. Kalau ada Rp2 juta berarti itu lebih murah dari daerah. Jadi tidak mungkin hanya Rp2 juta. Itu main-main, mau ambil kesempatan saja," bebernya.

Sementara, terkait banyaknya kuota kosong, kata dia, Disdik akan memberi kebijakan untuk merekomendasikan calon siswa masuk ke sekolah yang minim pendaftar.

(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siti Maemunah, Satu-satunya...
Siti Maemunah, Satu-satunya Siswi Baru SDN 4 Dimoro Grobogan Hasil PPDB 2024
Tahap I Diumumkan, Ini...
Tahap I Diumumkan, Ini Aturan Jalur Zonasi PPDB Jabar 2024
Begini Aturan Zonasi...
Begini Aturan Zonasi di PPDB Jabar 2024, Persiapan Daftar Tahap 2
Server PPDB Jabar Down,...
Server PPDB Jabar Down, Sekda Herman Minta Operator Sekolah Bantu Pendaftar
Peras Kepala Sekolah...
Peras Kepala Sekolah di Cimahi, Mantan Pegawai Kejaksaan Diringkus
60 Anak di Tulungagung...
60 Anak di Tulungagung Belum Dapat Bangku SMA, RPA Perindo: Pendidikan Hak Semua Anak Indonesia
Ditolak karena Zonasi,...
Ditolak karena Zonasi, Orang Tua Calon Siswa Ukur Jarak Rumah dengan Sekolah | Sindo Today
Ini 9 Poin Rawan Korupsi...
Ini 9 Poin Rawan Korupsi PPDB, KPK: Kami Pantau Terus
3 Perbedaan PPDB Zonasi...
3 Perbedaan PPDB Zonasi dengan SPMB Domisili di Penerimaan Siswa Baru 2025
Rekomendasi
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Berita Terkini
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved