DPD Perindo Malang Dapat Ilmu Tambahan dari Cangkrukan Budaya dengan Tokoh Lintas Agama
Minggu, 26 Juni 2022 - 06:21 WIB
loading...
A
A
A
"Siapa pun tadi ada beberapa teman dari latarbelakang berbeda, tapi tujuannya sama untuk kebaikan dan untuk persatuan. Dimana persatuan Indonesia ini harus terjalin, tidak hanya di Malang, mungkin bisa di manapun," ungkapnya.
Nelly sapaan akrabnya, Malang menjadi bagian dari miniatur Indonesia dengan segala macam perbedaan ras, etnis, agama, dan keyakinannya, maka mereka disatukan atas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ideologi Pancasila.
Baca juga: Permintaan Khusus Tokoh Budaya dan Lintas Agama ke Perindo Kota Malang
"Jangan sampai Pancasila itu dijadikan alat untuk memukul orang lain, karena perbedaan satu dengan lainnya. Jadi untuk kebaikan Indonesia terutama di Malang cangkrukan budaya harapan saya bisa tertular di mana-mana," kata dia saat menyampaikan pendapat di diskusi tersebut.
Secara khusus Nelly mewakili DPD Partai Perindo Kota Malang juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tokoh budaya, agama, dan aktivis ke kantornya. Kendati jalannya cangkrukan diskusi cukup sederhana dan dengan lesehan, tapi tidak menghilangkan esensi diskusi untuk kebaikan masyarakat, serta memanusiakan manusia sebagaimana tema yang selalu diusung komunitas Cangkrukan Ngaji Budaya.
"Ini kan sebenarnya idenya Gus Hisa juga, idenya teman-teman cangkrukan, nggak pakai kursi, alas sederhana, nggak boleh apa-apa, mboh polo pendem, sebenarnya sungkan ada tamu, tapi ini mungkin bentuk kerakyatan yang dimaksud gus, coba diterapkan disini. Tidak harus mewah, tapi bisa menghasilkan yang mewah," tuturnya.
Nelly sapaan akrabnya, Malang menjadi bagian dari miniatur Indonesia dengan segala macam perbedaan ras, etnis, agama, dan keyakinannya, maka mereka disatukan atas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ideologi Pancasila.
Baca juga: Permintaan Khusus Tokoh Budaya dan Lintas Agama ke Perindo Kota Malang
"Jangan sampai Pancasila itu dijadikan alat untuk memukul orang lain, karena perbedaan satu dengan lainnya. Jadi untuk kebaikan Indonesia terutama di Malang cangkrukan budaya harapan saya bisa tertular di mana-mana," kata dia saat menyampaikan pendapat di diskusi tersebut.
Secara khusus Nelly mewakili DPD Partai Perindo Kota Malang juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tokoh budaya, agama, dan aktivis ke kantornya. Kendati jalannya cangkrukan diskusi cukup sederhana dan dengan lesehan, tapi tidak menghilangkan esensi diskusi untuk kebaikan masyarakat, serta memanusiakan manusia sebagaimana tema yang selalu diusung komunitas Cangkrukan Ngaji Budaya.
"Ini kan sebenarnya idenya Gus Hisa juga, idenya teman-teman cangkrukan, nggak pakai kursi, alas sederhana, nggak boleh apa-apa, mboh polo pendem, sebenarnya sungkan ada tamu, tapi ini mungkin bentuk kerakyatan yang dimaksud gus, coba diterapkan disini. Tidak harus mewah, tapi bisa menghasilkan yang mewah," tuturnya.
Lihat Juga :