Memilukan! Bercucuran Air Mata, Pemuda Ponorogo Gendong Sapi Sekarat
Jum'at, 24 Juni 2022 - 10:05 WIB
loading...
A
A
A
"Setiap hari ada saja sapi yang mati. Sementara beternak sapi ini merupakan mata pencaharian utama warga di desa ini. Kami sangat resah dengan wabah PMK yang tidak juga terkendali," tutur Dwi Setiyono, Jumat (23/6/2022).
![Memilukan! Bercucuran Air Mata, Pemuda Ponorogo Gendong Sapi Sekarat]()
Wabah PMK terjadi di Desa Pudak Kulon, sekitar satu bulan terakhir. Ratusan ekor sapi mati akibat wabah tersebut. Bahkan, warga yang menggali kubur untuk sapi-sapi itu, harus bekerja keras. Setiap hari minimal 10 lubang kubur disiapkan mereka.
Baca juga: Harga Sejumlah Komoditas Pertanian Melonjak Naik, Ini Hasil Identifikasi BI Sulut
Salah seorang peternak sapi di Desa Pudak Kulon, Marsudi Trwibowo menyebut, penghasilan peternak sapi di desanya turun drastis, karena tidak bisa menjual susu. "Kami juga masih harus membayar angsuran, karena sapi-sapi itu dibeli dengan cara pinjam modal," tuturnya.

Wabah PMK terjadi di Desa Pudak Kulon, sekitar satu bulan terakhir. Ratusan ekor sapi mati akibat wabah tersebut. Bahkan, warga yang menggali kubur untuk sapi-sapi itu, harus bekerja keras. Setiap hari minimal 10 lubang kubur disiapkan mereka.
Baca juga: Harga Sejumlah Komoditas Pertanian Melonjak Naik, Ini Hasil Identifikasi BI Sulut
Salah seorang peternak sapi di Desa Pudak Kulon, Marsudi Trwibowo menyebut, penghasilan peternak sapi di desanya turun drastis, karena tidak bisa menjual susu. "Kami juga masih harus membayar angsuran, karena sapi-sapi itu dibeli dengan cara pinjam modal," tuturnya.
(eyt)
Lihat Juga :