Bayi Dari Perawat yang Meninggal Akibat COVID-19 Masih Kritis
Kamis, 25 Juni 2020 - 06:14 WIB
loading...
A
A
A
Ia melanjutkan, bayi Vivitra dilahirkan dengan sectio dan berhasil diselamatkan. Namun, bayi ini juga tertular dan positif COVID-19. Setelah melahirkan, kondisi Vivitra memburuk dan meninggal dunia.
"Kondisi bayinya yang masih menjalani perawatan intensif di RSAL dr Ramelan Surabaya sampai saat ini," jelasnya. (Baca juga: Truk Seruduk Pikap di Jalur Malang-Surabaya, 2 Pengemudi Tewas )
Nursalam menambahkan, kondisi bayi belum stabil dan keadaannya masih kritis. Para dokter masih melakukan penanganan untuk menjaga kondisi bayi tersebut untuk bisa stabil. Beberapa alat bantu pernafasan juga diberikan. "Bayi masih di ruang NICU, pakai ventilator anak-anak untuk bisa lepas dari kondisi kritisnya," ucapnya.
Para dokter dan perawat memiliki potensi yang besar untuk tertular COVID-19. Selama ini ada 124 perawat yang terpapar COVID-19. Dari jumlah itu, 60 persennya bertugast di Puskesmas yang menjadi pusat layanan kesehatan pertama bagi masyarakat. "Pemeriksaan masif dan berkala harus dilakukan pada perawat dan dokter," jelasnya.
"Kondisi bayinya yang masih menjalani perawatan intensif di RSAL dr Ramelan Surabaya sampai saat ini," jelasnya. (Baca juga: Truk Seruduk Pikap di Jalur Malang-Surabaya, 2 Pengemudi Tewas )
Nursalam menambahkan, kondisi bayi belum stabil dan keadaannya masih kritis. Para dokter masih melakukan penanganan untuk menjaga kondisi bayi tersebut untuk bisa stabil. Beberapa alat bantu pernafasan juga diberikan. "Bayi masih di ruang NICU, pakai ventilator anak-anak untuk bisa lepas dari kondisi kritisnya," ucapnya.
Para dokter dan perawat memiliki potensi yang besar untuk tertular COVID-19. Selama ini ada 124 perawat yang terpapar COVID-19. Dari jumlah itu, 60 persennya bertugast di Puskesmas yang menjadi pusat layanan kesehatan pertama bagi masyarakat. "Pemeriksaan masif dan berkala harus dilakukan pada perawat dan dokter," jelasnya.
(eyt)
Lihat Juga :