Bayi Dari Perawat yang Meninggal Akibat COVID-19 Masih Kritis

Kamis, 25 Juni 2020 - 06:14 WIB
loading...
Bayi Dari Perawat yang...
Bayi yang dari almarhumah, Vivitra Wallada masih menjalani perawatan intensif. Foto/Ilustrasi
A A A
SURABAYA - Kabar duka kembali datang dari para pahlawan yang berada di garda depan penanganan COVID-19. Dua orang perawat di Kota Pahlawan, harus menghembuskan nafas terakhir setelah tertular virus Corona.

(Baca juga: Memilukan, Perawat Hamil 8 Bulan Meninggal Akibat COVID-19 )

Bahkan, salah satu dari perawat yang meninggal dunia sempat melahirkan anak dan kondisi si buah hatinya kini masih kritis serta tertular COVID-19. Kedua perawat yang meninggal itu menambah rentetan para tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal dalam perjuangan mereka menanggani COVID-19.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur, Nursalam menuturkan, beberapa hari sebelumnya kedua perawat itu terkonfirmasi positif COVID-19.

Perawat pertama selama ini bekerja di Rumah Sakit (RS) Gotong Royong Surabaya. Perawat yang bernama Vivitra ini sedang hamil delapan bulan ketika dikonfirmasi COVID-19. "Sempat masuk ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr Ramelan sekitar pertengahan Juni dalam keadaan hamil," kata Nursalam, Rabu (24/6/2020) malam.

(Baca juga: Hendak Pulang, Pembantu Rumah Tangga di Rembang Tewas Kecelakaan )

Vivitra sendiri meninggalnya di RSAL pukul 03.00 WIB. Sementara bayinya masih dalam kondisi kritis. Menjelang siang, ada satu perawat lagi yang juga meninggal akibat COVID-19 di Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ) Surabaya.

Ia melanjutkan, bayi Vivitra dilahirkan dengan sectio dan berhasil diselamatkan. Namun, bayi ini juga tertular dan positif COVID-19. Setelah melahirkan, kondisi Vivitra memburuk dan meninggal dunia.

"Kondisi bayinya yang masih menjalani perawatan intensif di RSAL dr Ramelan Surabaya sampai saat ini," jelasnya. (Baca juga: Truk Seruduk Pikap di Jalur Malang-Surabaya, 2 Pengemudi Tewas )

Nursalam menambahkan, kondisi bayi belum stabil dan keadaannya masih kritis. Para dokter masih melakukan penanganan untuk menjaga kondisi bayi tersebut untuk bisa stabil. Beberapa alat bantu pernafasan juga diberikan. "Bayi masih di ruang NICU, pakai ventilator anak-anak untuk bisa lepas dari kondisi kritisnya," ucapnya.

Para dokter dan perawat memiliki potensi yang besar untuk tertular COVID-19. Selama ini ada 124 perawat yang terpapar COVID-19. Dari jumlah itu, 60 persennya bertugast di Puskesmas yang menjadi pusat layanan kesehatan pertama bagi masyarakat. "Pemeriksaan masif dan berkala harus dilakukan pada perawat dan dokter," jelasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
15 Kecamatan di Kabupaten...
15 Kecamatan di Kabupaten Blitar Nihil Kasus Positif COVID-19
2 Atlet PON Kontingen...
2 Atlet PON Kontingen Jawa Timur Positif COVID-19, Selengkapnya di iNews Room
Hari Ini Kasus COVID-19...
Hari Ini Kasus COVID-19 di Bali Pecahkan Hatrick
Alarm Tanda Bahaya!...
Alarm Tanda Bahaya! COVID-19 di Kota Batam Sudah Tembus 20 Ribu Kasus
Tangis Pecah di Palangkaraya,...
Tangis Pecah di Palangkaraya, Bayi 8 Bulan Meninggal Usai Terpapar COVID-19
72 Persen Kluster COVID-19...
72 Persen Kluster COVID-19 di Solo dari Keluarga, Satgas Kembali Evakuasi 102 OTG
Update Covid-19: Terkonfirmasi...
Update Covid-19: Terkonfirmasi Positif 243 Orang, Kasus Aktif Tembus 2.204
5 Rekomendasi Tempat...
5 Rekomendasi Tempat Wisata Sejuk di Kota Surabaya
Tarif Tol Surabaya-Gempol...
Tarif Tol Surabaya-Gempol Mengalami Penyesuaian, Ini Daftarnya
Rekomendasi
Kelompok Suporter Eropa...
Kelompok Suporter Eropa Kritik FIFA: Tribun Piala Dunia 2026 Minim Pemisahan Penonton
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved