Harga Sejumlah Komoditas Pertanian Melonjak Naik, Ini Hasil Identifikasi BI Sulut
Jum'at, 24 Juni 2022 - 09:29 WIB
loading...
A
A
A
Hal-hal yang menyebabkan meningkatnya variasi harga ketiga komoditas pertanian tersebut, antara lain disebabkan dengan kenaikan harga pupuk. "Secara umum, kenaikan harga tanaman pangan disebabkan oleh kenaikan harga pupuk, yang telah terjadi sejak awal tahun 2021, dan terus memburuk sampai tahun 2022," ujarnya
Kenaikan harga pupuk tersebut disebabkan oleh meningkatnya harga bahan baku global, yakni Nitrogen, Fosfat, dan Kalium. Kebutuhan terbesar adalam Kalium atau potas. sebanyak 40 persen dari kebutuhan potas tersebut, diimpor dari Rusia, dan Belarus yang tentunya terdampak konflik geopolitik Rusia-Ukraina.
Terhitung Juli 2022 pupuk subsidi dibatasi pada jenis urea dan NPK, dengan jenis komoditas yang bisa mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut mengacu pada Perpres No. 59/2020 yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi rakyat dan kakao rakyat.
Baca juga: BREAKING NEWS! Pesawat Susi Air Rute Timika-Dima Kecelakaan
"Fenomena cuaca La Nina, juga jadi penyebab terjadinya peningkatan dimana fenomena tersebut. Saat ini La Nina masih terpantau menguat di semester kedua tahun 2022. La Nina adalah fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin, atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi, sehingga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan musim hujan di Indonesia selain angin muson," tuturnya
Tingginya curah hujan juga menjadi faktor yang menyebabkan gagal panen di sejumlah sentra produksi hortikultura. Pada Januari-Februari hasil pantauan indeks BMKG menunjukkan bahwa La Nina sudah berkurang intensitasnya menuju intensitas lemah. Namun pada bulan Maret-April, indeks La Nina menguat kembali.
Kenaikan harga pupuk tersebut disebabkan oleh meningkatnya harga bahan baku global, yakni Nitrogen, Fosfat, dan Kalium. Kebutuhan terbesar adalam Kalium atau potas. sebanyak 40 persen dari kebutuhan potas tersebut, diimpor dari Rusia, dan Belarus yang tentunya terdampak konflik geopolitik Rusia-Ukraina.
Terhitung Juli 2022 pupuk subsidi dibatasi pada jenis urea dan NPK, dengan jenis komoditas yang bisa mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut mengacu pada Perpres No. 59/2020 yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi rakyat dan kakao rakyat.
Baca juga: BREAKING NEWS! Pesawat Susi Air Rute Timika-Dima Kecelakaan
"Fenomena cuaca La Nina, juga jadi penyebab terjadinya peningkatan dimana fenomena tersebut. Saat ini La Nina masih terpantau menguat di semester kedua tahun 2022. La Nina adalah fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin, atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi, sehingga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan musim hujan di Indonesia selain angin muson," tuturnya
Tingginya curah hujan juga menjadi faktor yang menyebabkan gagal panen di sejumlah sentra produksi hortikultura. Pada Januari-Februari hasil pantauan indeks BMKG menunjukkan bahwa La Nina sudah berkurang intensitasnya menuju intensitas lemah. Namun pada bulan Maret-April, indeks La Nina menguat kembali.
Lihat Juga :