Khofifah Sebut Tracing COVID-19 di Surabaya Terendah di Jatim
Kamis, 25 Juni 2020 - 03:17 WIB
loading...
A
A
A
Khofifah menjelaskan, dari 10.092 kasus positif di Jatim 4.878 kasus di antaranya berasal dari Surabaya atau 48,3 persen. Sementara untuk Surabaya Raya total kasusnya mencapai 6.653 orang atau 65,9 persen. "Pada posisi ini Attack Rate (AR) di Surabaya sudah 189 per 100.00 jumlah penduduk. Sementara Jatim AR mencapai 25," tutur Khofifah.
Orang nomor satu di Jatim itu juga menyinggung terkait tingkat kepatuhan masyarakat di Surabaya Raya yang cukup rendah. Bahkan, banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol pencegahan COVID-19 di tempat umum. Kondisi itu diketahui dari survei yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair).
(Baca juga: Buron Kasus Curanmor Tembak Perwira Shabara Polres Situbondo )
Dia mencontohkan di tempat ibadah, hanya 30 persen masyarakat yang menggunakan masker. Sisanya, sebanyak 70 persen abai akan protokol kesehatan. Di pasar tradisional jumlah masyarakat yang tidak menggunakan masker mencapai 84 persen. Hal ini juga terjadi di tempat nongkrong, di mana ada 88 persen tak menggunakan masker.
"PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di Surabaya Raya sudah sempat sukses kalau dari sisi RT (rate of transmission) di bawah 1. Jadi pada tanggal 20 sampai tanggal 26 Mei sesungguhnya sudah tepat di bawah 1. Namun, ini hanya berselang beberapa hari karena RT di Surabaya Raya kembali naik seiring dengan pertumbuhan kasusnya," ujarnya.
Orang nomor satu di Jatim itu juga menyinggung terkait tingkat kepatuhan masyarakat di Surabaya Raya yang cukup rendah. Bahkan, banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol pencegahan COVID-19 di tempat umum. Kondisi itu diketahui dari survei yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair).
(Baca juga: Buron Kasus Curanmor Tembak Perwira Shabara Polres Situbondo )
Dia mencontohkan di tempat ibadah, hanya 30 persen masyarakat yang menggunakan masker. Sisanya, sebanyak 70 persen abai akan protokol kesehatan. Di pasar tradisional jumlah masyarakat yang tidak menggunakan masker mencapai 84 persen. Hal ini juga terjadi di tempat nongkrong, di mana ada 88 persen tak menggunakan masker.
"PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di Surabaya Raya sudah sempat sukses kalau dari sisi RT (rate of transmission) di bawah 1. Jadi pada tanggal 20 sampai tanggal 26 Mei sesungguhnya sudah tepat di bawah 1. Namun, ini hanya berselang beberapa hari karena RT di Surabaya Raya kembali naik seiring dengan pertumbuhan kasusnya," ujarnya.
Lihat Juga :