Derita Talasemia, Bocah di Wajo Tak Kunjung Dapat Perhatian Pemerintah
Kamis, 16 Juni 2022 - 14:41 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: Medclique
A
A
A
WAJO - Bocah penderita talasemia di Desa Buriko, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Erlangga Putra Lukman (9) tak kunjung mendapat bantuan dari pemerintah. Padahal, biaya pengobatannya lumayan besar.
Ibu dari Erlangga, Joha mengaku, sejak menderita penyakit kelainan darah tersebut, Pemkab Wajo sampai sejauh ini belum memberikan bantuan. Padahal pemerintah, sudah beberapa kali mendatangi keluarga Erlangga meminta dokumen untuk kepentingan pemberian bantuan.
Baca juga: Anggaran Hibah KONI Wajo Meroket Usai Saudara Bupati Jabat Ketua
"Tahun lalu sudah ada tim dari Bapak Bupati mengambil data dan data itu sudah diserahkan kepada Ibu Bupati. Namun sampai detik ini bantuan itu belum ada," ujarnya kepada SINDOnews, Rabu (15/6/2022).
Menurut Joha, sebagai orang tua Erlangga, ia mengaku kecewa dengan Pemkab Wajo, sebab abai dengan warganya yang sedang tertimpa kesusahan. Sejauh ini, bantuan yang Erlangga dapatkan hanya datang dari Pemerintah Desa Buriko dan Gubernur Sulsel.
Hanya saja, bantuan itu dinilai masih belum mampu menutup biaya pengobatan Erlangga yang setiap bulannya harus melakukan pencucian darah.
"Bantuan yang kami dapat hanya datang dari Pak Desa dan Bapak Gubernur, namun itu masih belum cukup karena Erlangga setiap bulan harus melakukan pencucian darah di Makassar," katanya.
Ibu dari Erlangga, Joha mengaku, sejak menderita penyakit kelainan darah tersebut, Pemkab Wajo sampai sejauh ini belum memberikan bantuan. Padahal pemerintah, sudah beberapa kali mendatangi keluarga Erlangga meminta dokumen untuk kepentingan pemberian bantuan.
Baca juga: Anggaran Hibah KONI Wajo Meroket Usai Saudara Bupati Jabat Ketua
"Tahun lalu sudah ada tim dari Bapak Bupati mengambil data dan data itu sudah diserahkan kepada Ibu Bupati. Namun sampai detik ini bantuan itu belum ada," ujarnya kepada SINDOnews, Rabu (15/6/2022).
Menurut Joha, sebagai orang tua Erlangga, ia mengaku kecewa dengan Pemkab Wajo, sebab abai dengan warganya yang sedang tertimpa kesusahan. Sejauh ini, bantuan yang Erlangga dapatkan hanya datang dari Pemerintah Desa Buriko dan Gubernur Sulsel.
Hanya saja, bantuan itu dinilai masih belum mampu menutup biaya pengobatan Erlangga yang setiap bulannya harus melakukan pencucian darah.
"Bantuan yang kami dapat hanya datang dari Pak Desa dan Bapak Gubernur, namun itu masih belum cukup karena Erlangga setiap bulan harus melakukan pencucian darah di Makassar," katanya.
Lihat Juga :