Satgas COVID-19 Minta Pelajar SD di Kepri Gunakan Masker saat Sekolah
Selasa, 14 Juni 2022 - 16:07 WIB
loading...
Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), ingatkan pelajar gunakan masker saat di sekolah. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A
A
A
BATAM - Para pelajar sekolah dasar di Kepulauan Riau (Kepri), diminta tetap menggunakan masker oleh Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepri. Utamanya, saat para pelajar tersebut berada di sekolah.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 930, Meninggal 10
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri, Tjetjep Yudiana mengaku merasa risau, karena semakin hari banyak pelajar yang tidak menggunakan masker, bahkan saat berinteraksi dan berada di tempat yang ramai.
Menurut mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri tersebut, pelajar tetap harus menerapkan protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker saat berada di tempat yang ramai di sekolah.
Baca juga: Kesaktian Mpu Bharada, Penasihat Raja Airlangga yang Mampu Terbang Membelah Kerajaan Kahuripan Pakai Air Kendi
"Terutama di ruang kelas saat belajar agar menggunakan masker. Ini untuk menghindari penularan COVID-19, termasuk mencegah agar tidak tertular penyakit lainnya yang disebabkan virus, bakteri dan kuman di udara," kata Tjetjep.
"Apalagi sekarang sudah diterapkan model pembelajaran tatap muka, sehingga pelajar termasuk guru, harus taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan di dalam kelas," imbuh Tjetjep.
Tjetjep mengimbau, para orang tua dan guru untuk senantiasa mengawasi dan mengingatkan siswa SD menggunakan masker saat beraktivitas di tempat keramaian. "Kalau siswa SMP dan SMA rata-rata sudah menyadari pentingnya menggunakan masker," ujarnya.
Baca juga: Jenderal Polisi Bintang 2 Pimpin Pasukan Bersenjata Gerebek Tempat Judi di Medan
Lebih lanjut Tjetjep mengemukakan, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat berhasil mengendalikan penularan kasus COVID-19 di Kepri, namun kasus COVID-19 ini masih potensial meningkat apabila masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan.
"Jangan sampai muncul klaster baru COVID-19 di sekolah. Satu orang saja yang tertular COVID-19, aktivitas di sekolah tersebut bisa dihentikan sementara waktu. Karena itu, harus dijaga agar pembelajaran melalui tatap muka berlangsung dengan baik," katanya.
Berdasarkan catatan Satgas Penanganan COVID-19 Kepri, jumlah pasien COVID-19 di wilayah itu tinggal tiga orang, yang tersebar di Batam satu orang dan Karimun dua orang.
Baca juga: Hanya Kenakan Daster saat Asyik Ngamar dengan Pria Muda, Bu Dokter Gelagapan Digerebek Warga
Sementara lima kabupaten dan kota di Kepri, yakni Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kabupaten Anambas dan Tanjungpinang nihil kasus aktif COVID-19. Satgas Penanganan COVID-19 RI menetapkan Lingga dan Anambas sebagai zona hijau.
Untuk lima daerah lainnya, yakni Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam, Tanjungpinang dan Kabupaten Natuna masih berstatus zona kuning atau risiko penularan rendah.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 930, Meninggal 10
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri, Tjetjep Yudiana mengaku merasa risau, karena semakin hari banyak pelajar yang tidak menggunakan masker, bahkan saat berinteraksi dan berada di tempat yang ramai.
Menurut mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri tersebut, pelajar tetap harus menerapkan protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker saat berada di tempat yang ramai di sekolah.
Baca juga: Kesaktian Mpu Bharada, Penasihat Raja Airlangga yang Mampu Terbang Membelah Kerajaan Kahuripan Pakai Air Kendi
"Terutama di ruang kelas saat belajar agar menggunakan masker. Ini untuk menghindari penularan COVID-19, termasuk mencegah agar tidak tertular penyakit lainnya yang disebabkan virus, bakteri dan kuman di udara," kata Tjetjep.
"Apalagi sekarang sudah diterapkan model pembelajaran tatap muka, sehingga pelajar termasuk guru, harus taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan di dalam kelas," imbuh Tjetjep.
Tjetjep mengimbau, para orang tua dan guru untuk senantiasa mengawasi dan mengingatkan siswa SD menggunakan masker saat beraktivitas di tempat keramaian. "Kalau siswa SMP dan SMA rata-rata sudah menyadari pentingnya menggunakan masker," ujarnya.
Baca juga: Jenderal Polisi Bintang 2 Pimpin Pasukan Bersenjata Gerebek Tempat Judi di Medan
Lebih lanjut Tjetjep mengemukakan, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat berhasil mengendalikan penularan kasus COVID-19 di Kepri, namun kasus COVID-19 ini masih potensial meningkat apabila masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan.
"Jangan sampai muncul klaster baru COVID-19 di sekolah. Satu orang saja yang tertular COVID-19, aktivitas di sekolah tersebut bisa dihentikan sementara waktu. Karena itu, harus dijaga agar pembelajaran melalui tatap muka berlangsung dengan baik," katanya.
Berdasarkan catatan Satgas Penanganan COVID-19 Kepri, jumlah pasien COVID-19 di wilayah itu tinggal tiga orang, yang tersebar di Batam satu orang dan Karimun dua orang.
Baca juga: Hanya Kenakan Daster saat Asyik Ngamar dengan Pria Muda, Bu Dokter Gelagapan Digerebek Warga
Sementara lima kabupaten dan kota di Kepri, yakni Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kabupaten Anambas dan Tanjungpinang nihil kasus aktif COVID-19. Satgas Penanganan COVID-19 RI menetapkan Lingga dan Anambas sebagai zona hijau.
Untuk lima daerah lainnya, yakni Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam, Tanjungpinang dan Kabupaten Natuna masih berstatus zona kuning atau risiko penularan rendah.
(eyt)
Lihat Juga :