Banyak Dokter PPDS Terpapar COVID-19, Gubernur Sulsel Bantu APD
Rabu, 24 Juni 2020 - 11:42 WIB
loading...
A
A
A
Nurdin menyampaikan, dokter yang mengambil pendidikan juga harus dilindungi secara optimal. "Mereka harus kita lindungi," sebutnya.
Sementara itu dr Bambang menjelaskan, bahwa informasi yang diperolehnya di Sulsel. Sebanyak 10 dokter PPDS yang sedang mengambil spesialisasi terinfeksi. Kemudian di bagian kebidanan dilaporkan ada 16 dokter yang terinfeksi, tentu ini sangat memprihatinkan. Saat ini masih dilakukan pendataan agar memperoleh informasi yang tepat tentang PPDS yang terinfeksi di bagian-bagian lain.
Baca Juga: Gubernur Minta Penerapan Protokol Kesehatan Diperketat
"Sangat luar biasa perhatian dari Bapak Gubernur , karena ini berita baru saya sampaikan, kurang lebih dua hari lalu melalui Ibu. Lalu ibu membicarakan kepada Bapak, banyak sekali dokter yang sedang mengambil spesialisasi itu terkena. Tidak hanya di Makassar, tetapi di seluruh Indonesia, ratusan dokter PPDS terkena infeksi dan beberapa bahkan telah gugur," jelasnya.
Dokter yang menyelesaikan pendidikan spesialisasi jantung dan pembuluh darah di Universitas Indonesia ini melanjutkan bahwa, dokter dan tenaga kesehatan lainnya, mereka berada di ujung tombak dalam penanganan pandemi COVID-19 ini.
"Mereka adalah orang-orang berada di ujung tombak. Sehingga tentu saja akan mudah tertular apabila mereka tidak terproteksi, kita juga cukup tahu banyak dokter yang mengambil spesialis ini mereka tidak selalu memiliki kemampuan ekonomi sendiri untuk membeli APD , secara rutin," imbuhnya.
Sementara itu dr Bambang menjelaskan, bahwa informasi yang diperolehnya di Sulsel. Sebanyak 10 dokter PPDS yang sedang mengambil spesialisasi terinfeksi. Kemudian di bagian kebidanan dilaporkan ada 16 dokter yang terinfeksi, tentu ini sangat memprihatinkan. Saat ini masih dilakukan pendataan agar memperoleh informasi yang tepat tentang PPDS yang terinfeksi di bagian-bagian lain.
Baca Juga: Gubernur Minta Penerapan Protokol Kesehatan Diperketat
"Sangat luar biasa perhatian dari Bapak Gubernur , karena ini berita baru saya sampaikan, kurang lebih dua hari lalu melalui Ibu. Lalu ibu membicarakan kepada Bapak, banyak sekali dokter yang sedang mengambil spesialisasi itu terkena. Tidak hanya di Makassar, tetapi di seluruh Indonesia, ratusan dokter PPDS terkena infeksi dan beberapa bahkan telah gugur," jelasnya.
Dokter yang menyelesaikan pendidikan spesialisasi jantung dan pembuluh darah di Universitas Indonesia ini melanjutkan bahwa, dokter dan tenaga kesehatan lainnya, mereka berada di ujung tombak dalam penanganan pandemi COVID-19 ini.
"Mereka adalah orang-orang berada di ujung tombak. Sehingga tentu saja akan mudah tertular apabila mereka tidak terproteksi, kita juga cukup tahu banyak dokter yang mengambil spesialis ini mereka tidak selalu memiliki kemampuan ekonomi sendiri untuk membeli APD , secara rutin," imbuhnya.
Lihat Juga :