6 Bangunan Peninggalan Belanda di Jakarta, Nomor 4 Bekas Rumah Pribadi
Selasa, 14 Juni 2022 - 08:16 WIB
loading...
A
A
A
Bangunan peninggalan Belanda yang masih ada dan berfungsi baik hingga kini adalah Dtasiun Tanjung Priok. Jika dilihat dari luar, bangunan stasiun ini sangat megah dengan warna putih yang mendominasi. Stasiun ini dibangun pada tahun 1914 saat masa kepemimpinan Gubernur Jenderal A.F.W Idenburg.
![6 Bangunan Peninggalan Belanda di Jakarta, Nomor 4 Bekas Rumah Pribadi]()
Foto/Istimewa
KAI dalam laman resminya menyebut, Stasiun Tanjung Priok lahir dari tangan dingin seorang arsitek Staats Spoorwegen (SS), perusahaan kereta api negara Hindia Belanda), yaitu C.W Koch. Pembangunan tempat ini melibatkan 1.700 tenaga kerja. Peresmian stasiun ini bersamaan dengan ulang tahun ke-50 SS, pada 6 April 1925.
3. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo
RSCM atau Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo merupakan salah satu rumah sakit tua yang berdiri di tanah Batavia (Jakarta). Rumah sakit ini awalnya menjadi bagian dari STOVIA (sekolah kedokteran di Batavia), yang merupakan cikal bakal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
![6 Bangunan Peninggalan Belanda di Jakarta, Nomor 4 Bekas Rumah Pribadi]()
Foto/SINDOphoto
Mengutip dari laman RSCM, bangunan rumah sakit ini dibangun pada 19 November 1919 dengan nama CBZ (Centrale Burgelijke Ziekenhuis). Dengan adanya CBZ, maka pelayanan kesehatan bagi masyarakat menjadi lebih baik karena fasilitas yang dimiliki cukup lengkap. Nama RSCM digunakan pada 17 Agustus 1964 usai diresmikan oleh Menteri Kesehatan saat itu, Dr. Satrio.
4. Istana Merdeka
Bangunan peninggalan Belanda yang satu ini sudah pasti dikenali oleh seluruh masyarakat Indonesia. Di sinilah Presiden beserta keluarganya tinggal dan menjalankan aktivitas.
Gedung Istana Merdeka dengan warna putih dan ditopang oleh pilar-pilar besar itu dibangun oleh seorang Belanda bernama J.A van Braam pada 1796 dan dijadikan sebagai tempat tinggal pribadi.
Pada tahun 1816, bangunan tersebut diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda dan dijadikan pusat kegiatan pemerintahan, sekaligus rumah tinggal Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
![6 Bangunan Peninggalan Belanda di Jakarta, Nomor 4 Bekas Rumah Pribadi]()
Foto/Istimewa

Foto/Istimewa
KAI dalam laman resminya menyebut, Stasiun Tanjung Priok lahir dari tangan dingin seorang arsitek Staats Spoorwegen (SS), perusahaan kereta api negara Hindia Belanda), yaitu C.W Koch. Pembangunan tempat ini melibatkan 1.700 tenaga kerja. Peresmian stasiun ini bersamaan dengan ulang tahun ke-50 SS, pada 6 April 1925.
3. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo
RSCM atau Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo merupakan salah satu rumah sakit tua yang berdiri di tanah Batavia (Jakarta). Rumah sakit ini awalnya menjadi bagian dari STOVIA (sekolah kedokteran di Batavia), yang merupakan cikal bakal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Foto/SINDOphoto
Mengutip dari laman RSCM, bangunan rumah sakit ini dibangun pada 19 November 1919 dengan nama CBZ (Centrale Burgelijke Ziekenhuis). Dengan adanya CBZ, maka pelayanan kesehatan bagi masyarakat menjadi lebih baik karena fasilitas yang dimiliki cukup lengkap. Nama RSCM digunakan pada 17 Agustus 1964 usai diresmikan oleh Menteri Kesehatan saat itu, Dr. Satrio.
4. Istana Merdeka
Bangunan peninggalan Belanda yang satu ini sudah pasti dikenali oleh seluruh masyarakat Indonesia. Di sinilah Presiden beserta keluarganya tinggal dan menjalankan aktivitas.
Gedung Istana Merdeka dengan warna putih dan ditopang oleh pilar-pilar besar itu dibangun oleh seorang Belanda bernama J.A van Braam pada 1796 dan dijadikan sebagai tempat tinggal pribadi.
Pada tahun 1816, bangunan tersebut diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda dan dijadikan pusat kegiatan pemerintahan, sekaligus rumah tinggal Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Foto/Istimewa
Lihat Juga :