Dilema Rapid Test Masyarakat di Fase Menuju Normal Baru
Rabu, 24 Juni 2020 - 10:56 WIB
loading...
A
A
A
Anggota DPRD Jatim Fauzan Fuadi menuturkan, masalah rapid test ini memang menjadi dilema di masyarakat. Di satu sisi Indonesia sedang menghadapi pandemi COVID-19. Mengandalkan rapid test gratis dari pemerintah juga tak mencukupi, karena jumlahnya memang terbatas.
“Seleksinya mungkin yang perlu dibenahi. Artinya warga yang dari kelompok menengah ke atas bisa membayar sendiri. Mereka dari menengah ke bawah bisa dibantu pemerintah,” katanya.
Politisi PKB itu menambahkan, pada penerapan kebiasaan baru menuju new normal memang diterapkan banyak aturan terkait syarat utama hasil rapid test. Kebijakan ini ada yang memberatkan masyarakat, apalagi masa berlaku rapid test itu hanya tiga hari saja.
“Di masa pandemi ini memang harus kolaborasi bersama. Dari pemerintah daerah juga bisa membantu pusat untuk memberikan rapid test gratis bagi masyarakat,” jelasnya.
“Seleksinya mungkin yang perlu dibenahi. Artinya warga yang dari kelompok menengah ke atas bisa membayar sendiri. Mereka dari menengah ke bawah bisa dibantu pemerintah,” katanya.
Politisi PKB itu menambahkan, pada penerapan kebiasaan baru menuju new normal memang diterapkan banyak aturan terkait syarat utama hasil rapid test. Kebijakan ini ada yang memberatkan masyarakat, apalagi masa berlaku rapid test itu hanya tiga hari saja.
“Di masa pandemi ini memang harus kolaborasi bersama. Dari pemerintah daerah juga bisa membantu pusat untuk memberikan rapid test gratis bagi masyarakat,” jelasnya.
(shf)
Lihat Juga :