Jika Suhu Badan Tinggi, Warga Pendatang Dilarang Masuk Merangin
Minggu, 26 April 2020 - 01:10 WIB
loading...
A
A
A
Saat memantau aktivitas Posko COVID-19 Kecamatan Lembah Masurai, dia minta kepada petugas jaga jangan ada lagi warga luar yang masuk ke wilayah Kabupaten Merangin.
Apalagi jika warga pendatang tersebut, suhu badannya tinggi, tentu bisa dicurigai positif dan sangat rawan menjadi sumber penularan. Bupati tidak ingin Kabupaten Merangin yang terus dijaga dari masuknya COVID-19 menjadi daerah zona merah.
Kepala Puskesmas Masurai, Jonaipa Bafendi menambahkan warga pendatang yang masuk melewati Posko COVID-19 Masurai suhu badannya selalu dicek. Jika suhu warga itu tinggi, diintruksikan istirahat dulu di Posko COVID-19 Masurai.
"Kalau sudah 20 menit istirahat, ternyata suhu tubuhnya masih tinggi juga, warga tersebut tidak kami perbolehkan masuk ke wilayah Kabupaten Merangin dan kami suruh balik ke daerah asal," tegas Jonaipa.
Setiap harinya Tim Petugas jaga di Posko COVID-19 Masurai digilir dua orang warga utusan dari setiap desa dalam Kecamatan Lembah Masurai, dari TNI, Polri, Satpol PP dan medis dari Puskesmas Masurai.
Apalagi jika warga pendatang tersebut, suhu badannya tinggi, tentu bisa dicurigai positif dan sangat rawan menjadi sumber penularan. Bupati tidak ingin Kabupaten Merangin yang terus dijaga dari masuknya COVID-19 menjadi daerah zona merah.
Kepala Puskesmas Masurai, Jonaipa Bafendi menambahkan warga pendatang yang masuk melewati Posko COVID-19 Masurai suhu badannya selalu dicek. Jika suhu warga itu tinggi, diintruksikan istirahat dulu di Posko COVID-19 Masurai.
"Kalau sudah 20 menit istirahat, ternyata suhu tubuhnya masih tinggi juga, warga tersebut tidak kami perbolehkan masuk ke wilayah Kabupaten Merangin dan kami suruh balik ke daerah asal," tegas Jonaipa.
Setiap harinya Tim Petugas jaga di Posko COVID-19 Masurai digilir dua orang warga utusan dari setiap desa dalam Kecamatan Lembah Masurai, dari TNI, Polri, Satpol PP dan medis dari Puskesmas Masurai.
(kri)
Lihat Juga :