Berhasil Masuk Zona Hijau, Pemda Kabupaten/Kota Bakal Dapat Reward
Rabu, 24 Juni 2020 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pelaksanaan edukasi ini, peran RT/RW diharap jadi garda terdepan. Untuk mendorong kesadaran masyarakat. "Jadi pencegahan yang dimaksud edukasi secara masif di tingkat RT/RW," tegas Syafri.
Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, maka warga bisa tetap menjalankan aktivitas secara produktif. Kesadaran masyarajat akan pencegahan dengan disiplin memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak, bisa menyumbang kesuksesan Sulsel dalam menurunkan angka reproduksi efektif COVID-19.
Anggota Tim Pakar Medis dan Critical Care Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 tak menampik, angka kasus baru terkonfirmasi positif di Sulsel masih meningkat. Hal ini sebagai imbas dari tracing dan testing masof yang dilakukan.
Syafri mengatakan, masalah COVID di Sulsel sebanyak 70-80% merupakan representasi dari Kota Makassar. Penularan virus korona saat ini, karena penyebaran transmisi lokal, bukan lagi ada pembeda soal klaster. Makanya pencegahan melalui protokol kesehatan masih diutamakan untuk dilakukan.
"Makin hari memamg ada aja insiden kasus baru. Jadi ini tidak terlepas dari masif testing, cuma ini harus diikuti dengan isolasi ketika penularnya didapatkan. Kemudian edukasi secara masif," jelas Syafri.
Data dari Gugus Tugas COVID-19 Sulsel, pertumbuhan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 154 kasus per hari kemarin. Angka itu tersebar di Kota Makassar sebesar 107 orang.
Kemudian, Kabupaten Luwu Timur penambahan 12 kasus, Bulukumba 14, Gowa 19, dan Takalar 5. Lalu, Bantaeng, Barru, Maros, Palopo, Pinrang, Selayar, serta Sinjai masing-masing penambahan 1 kasus baru.
"Peningkatan kasus baru ini bukan perlombaan yang mana daerah sedikit mana yang banyak. Ini bagian dari upaya kita karena memanf tracing dan testing dilakukan secara masif," tambah Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari.
Dia menuturkan, Kabupaten Bulukumba menjadi salah satu daerah yang peningkatannya signifikan belakangan ini. Kata Ichsan, peningkatan kasus di Bulukumba karena tranmisi lokal, atau penularan karena kontak serumah atau orang terdekat.
Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, maka warga bisa tetap menjalankan aktivitas secara produktif. Kesadaran masyarajat akan pencegahan dengan disiplin memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak, bisa menyumbang kesuksesan Sulsel dalam menurunkan angka reproduksi efektif COVID-19.
Anggota Tim Pakar Medis dan Critical Care Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 tak menampik, angka kasus baru terkonfirmasi positif di Sulsel masih meningkat. Hal ini sebagai imbas dari tracing dan testing masof yang dilakukan.
Syafri mengatakan, masalah COVID di Sulsel sebanyak 70-80% merupakan representasi dari Kota Makassar. Penularan virus korona saat ini, karena penyebaran transmisi lokal, bukan lagi ada pembeda soal klaster. Makanya pencegahan melalui protokol kesehatan masih diutamakan untuk dilakukan.
"Makin hari memamg ada aja insiden kasus baru. Jadi ini tidak terlepas dari masif testing, cuma ini harus diikuti dengan isolasi ketika penularnya didapatkan. Kemudian edukasi secara masif," jelas Syafri.
Data dari Gugus Tugas COVID-19 Sulsel, pertumbuhan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 154 kasus per hari kemarin. Angka itu tersebar di Kota Makassar sebesar 107 orang.
Kemudian, Kabupaten Luwu Timur penambahan 12 kasus, Bulukumba 14, Gowa 19, dan Takalar 5. Lalu, Bantaeng, Barru, Maros, Palopo, Pinrang, Selayar, serta Sinjai masing-masing penambahan 1 kasus baru.
"Peningkatan kasus baru ini bukan perlombaan yang mana daerah sedikit mana yang banyak. Ini bagian dari upaya kita karena memanf tracing dan testing dilakukan secara masif," tambah Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari.
Dia menuturkan, Kabupaten Bulukumba menjadi salah satu daerah yang peningkatannya signifikan belakangan ini. Kata Ichsan, peningkatan kasus di Bulukumba karena tranmisi lokal, atau penularan karena kontak serumah atau orang terdekat.
Lihat Juga :