Penampakan 70 Bangunan Rusak Akibat Gempa Mamuju Magnitudo 5,8
Kamis, 09 Juni 2022 - 14:27 WIB
loading...
Akibat gempa bermagnitudo 5,8 yang mengguncang wilayah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Rabu (8/6/2022), sekitar 70 rumah warga mengalami kerusakan. Foto/iNews TV/Frendy Christian
A
A
A
MAMUJU - Situasi mencekam masih dirasakan warga di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang menjadi korban bencana alam gempa bumi bermagnitudo 5,8. Gempa bumi mengguncang kawasan tersebut, pada Rabu (8/6/2022).
Baca juga: Gempa Dangkal M5,8 Mamuju, Warga Diminta Jauhi Bangunan Membahayakan
Sejumlah rumah warga dan fasilitas publik rusak akibat guncangan gempa bumi. Kerusakan rumah warga, salah satunya terjadi di Lingkungan Salunangka, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.
Kepala BPBD Kabupaten Mamuju, M. Taslim menyebutkan, proses pendataan korban gempa bumi masih terus dilakukan, termasuk pendataan kerusakan bangunan sebagai dampak guncangan gempa bumi tersebut.
Baca juga: 1 Korban Jatuhnya Helikopter di Mimika Papua Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian
Ada sekitar 70 rumah warga di Lingkungan Salunangka, yang mengalami kerusakan cukup parah. Rata-rata kerusakan rumah terjadi pada bagian dinding yang ambruk, dan beberapa rumah sudah tidak bisa ditempati lagi karena kondisi kerusakannya cukup parah.
![Penampakan 70 Bangunan Rusak Akibat Gempa Mamuju Magnitudo 5,8]()
Selain itu, menurut Taslim, juga terdapat gedung fasilitas pemerintah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi ini. Salah satu bangunan pemerintah yang rusak adalah gedung PPK Sulawesi Barat, yang plafonnya ambruk.
"Kerusakan akibat guncangan gempa bumi, tidak hanya terjadi pada rumah-rumah warga saja, tetapi juga bangunan milik pemerintah, seperti sekolah, dan pusat pelayanan masyarakat. Kerusakan juga terjadi pada sejumlah rumah ibadah," terang Taslim.
Baca juga: IPW Desak Polri Pecat 2 Oknum Polisi Pengeroyok Anak Komut Bank Jatim
Warga yang rumahnya rusak akibat gempa bumi tersebut, memilih mendirikan tenda darurat di depan rumah masing-masing, karena mereka tidak mengungsi seperti warga lainnya.
Hingga saat ini, tercatat ada sebanyak delapan ribu warga Kabupaten Mamuju, yang memilih mengungsi karena masih trauma dengan gempa bumi yang terjadi. Mereka masih bertahan di pengungsian, karena kawatir terjadi gempa susulan.
![Penampakan 70 Bangunan Rusak Akibat Gempa Mamuju Magnitudo 5,8]()
Bupati Mamuju, Sutina Suhardi mengatakan, saat ini ada sejumlah titik yang menjadi tempat pengungsian masyarakat. Guna menangani pengungsi, Pemkab mamuju bersama TNI dan Polri, serta para relawan mendirikan tenda tambahan dan membuka dapur umum.
Baca juga: Kisah Wanita-wanita Pemberani yang Terjun ke Medan Perang Bersama Pangeran Diponegoro Melawan Belanda
"Dapur umum yang didirikan secara terpadu, akan melayani logistik kepada sejumlah pengungsi yang saat ini masih bertahan di sejumlah tenda pengungsian. Ada sekitar delapan ribu pengungsi, yang tersebar di beberapa titik pengungsian," tuturnya.
Baca juga: Gempa Dangkal M5,8 Mamuju, Warga Diminta Jauhi Bangunan Membahayakan
Sejumlah rumah warga dan fasilitas publik rusak akibat guncangan gempa bumi. Kerusakan rumah warga, salah satunya terjadi di Lingkungan Salunangka, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.
Kepala BPBD Kabupaten Mamuju, M. Taslim menyebutkan, proses pendataan korban gempa bumi masih terus dilakukan, termasuk pendataan kerusakan bangunan sebagai dampak guncangan gempa bumi tersebut.
Baca juga: 1 Korban Jatuhnya Helikopter di Mimika Papua Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian
Ada sekitar 70 rumah warga di Lingkungan Salunangka, yang mengalami kerusakan cukup parah. Rata-rata kerusakan rumah terjadi pada bagian dinding yang ambruk, dan beberapa rumah sudah tidak bisa ditempati lagi karena kondisi kerusakannya cukup parah.

Selain itu, menurut Taslim, juga terdapat gedung fasilitas pemerintah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi ini. Salah satu bangunan pemerintah yang rusak adalah gedung PPK Sulawesi Barat, yang plafonnya ambruk.
"Kerusakan akibat guncangan gempa bumi, tidak hanya terjadi pada rumah-rumah warga saja, tetapi juga bangunan milik pemerintah, seperti sekolah, dan pusat pelayanan masyarakat. Kerusakan juga terjadi pada sejumlah rumah ibadah," terang Taslim.
Baca juga: IPW Desak Polri Pecat 2 Oknum Polisi Pengeroyok Anak Komut Bank Jatim
Warga yang rumahnya rusak akibat gempa bumi tersebut, memilih mendirikan tenda darurat di depan rumah masing-masing, karena mereka tidak mengungsi seperti warga lainnya.
Hingga saat ini, tercatat ada sebanyak delapan ribu warga Kabupaten Mamuju, yang memilih mengungsi karena masih trauma dengan gempa bumi yang terjadi. Mereka masih bertahan di pengungsian, karena kawatir terjadi gempa susulan.

Bupati Mamuju, Sutina Suhardi mengatakan, saat ini ada sejumlah titik yang menjadi tempat pengungsian masyarakat. Guna menangani pengungsi, Pemkab mamuju bersama TNI dan Polri, serta para relawan mendirikan tenda tambahan dan membuka dapur umum.
Baca juga: Kisah Wanita-wanita Pemberani yang Terjun ke Medan Perang Bersama Pangeran Diponegoro Melawan Belanda
"Dapur umum yang didirikan secara terpadu, akan melayani logistik kepada sejumlah pengungsi yang saat ini masih bertahan di sejumlah tenda pengungsian. Ada sekitar delapan ribu pengungsi, yang tersebar di beberapa titik pengungsian," tuturnya.
(eyt)
Lihat Juga :