Asyik Siaran Langsung Sambil Pamer Sajam, Geng Motor Tak Berkutik Diringkus Polisi

Selasa, 07 Juni 2022 - 10:24 WIB
loading...
Asyik Siaran Langsung Sambil Pamer Sajam, Geng Motor Tak Berkutik Diringkus Polisi
Tengah asyik live streaming sambil mengacungkan senjata tajam, geng motor Langleng San diringkus Polresta Cirebon. Foto/iNews TV/Toiskandar
A A A
CIREBON - Anggota geng motor Langleng San, tak berkutik diringkus anggota Polresta Cirebon, saat tengah asyik siaran langsung sambil pamer senjata tajam (Sajam) di media sosial. Para anggota geng motor di ini diringkus di wilayah Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon.

Baca juga: Sikat Penjahat Jalanan, Markas 3 Geng Motor Diobrak-abrik Polresta Cirebon

Dalam penggerebekan yang dilakukan, Selasa (7/6/2022) pagi tersebut, polisi berhasil menyita sejumlah sajam. Anggota geng motor itu diringkus saat berkonvoi membawa sajam, sambil mencari lawan tawuran melalui siaran langsung di media sosial.



Anggota geng motor yang berhasil diringkus saat siaran langsung di media sosial sambil berkonvoi tersebut, akhirnya digelandang ke Polresta Cirebon, untuk menjalani pemeriksaan.

Baca juga: Kisah Ken Umang, Cinta Pertama Ken Arok dan Pejuang Singasari yang Hanya Menjadi Selir

Kapolreta Cirebon, Kombes Pol. Arif Budiman mengatakan, selama 12 hari digelar Operasi Libas Lodaya 2022, sebanyak 60 orang tersangka berhasil diringkus. "Rata-rata mereka yang berhasil diringkus adalah anggota geng motor," tegasnya.

Selain berhasil meringkus 60 orang pelaku kejahatan jalanan, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa sajam, dan korek api berbentuk pistol. Tiga geng motor langsung membubarkan diri, sebagai dampak adanya Operasi Libas Lodaya 2022.

Baca juga: Viral! Pelajar Putri Berseragam SD dan SMP Duel 1 Lawan 1 di Jalan

Dalam operasi Libas Lodaya 2022, polisi juga berhasil menangkap pelaku curanmor, curat, serta curas. Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 170 UU Darurat No. 12/1951 untuk kepemilikan sajam, dan Pasal 363, serta Pasal 355 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1692 seconds (10.101#12.26)