Heboh Aktivitas Kelompok Khilafatul Muslimin, MUI Jabar Koordinasi dengan Polisi
Rabu, 01 Juni 2022 - 14:47 WIB
loading...
MUI Jabar berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyikapi aktivitas kelompok Khilafatul Muslimin di Jabar. Foto/Ilustrasi/Dok
A
A
A
BANDUNG - Masyarakat dihebohkan kemunculan konvoi khilafah di sejumlah daerah, tak terkecuali di Jawa Barat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengakui, sudah mengetahui aktivitas yang dilakukan anggota kelompok yang menamakan diri Khilafatul Muslimin itu.
Bahkan, Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar mengungkapkan, banyak juga selebaran yang disebar kelompok tersebut di Jabar, seperti yang terjadi di Cimahi, Sukabumi, dan Cianjur. "Dua-tiga hari lalu ditemukan selebaran (Khilafatul Muslimin) di beberapa tempat seperti Cimahi, Sukabumi dan Cianjur," ungkap Rafani, Rabu (1/6/2022).
Namun, lanjut Rafani, setelah isi selebaran tersebut dibaca, pihaknya melihat bahwa selebaran tersebut sudah dibuat sejak 2016 silam dan kelompok tersebut berpusat di Bandar Lampung. Baca juga: DPR Minta Kepolisian Ungkap Dalang Penyebar Konsep Khilafah
"Kalau melihat isi selembarannya sih, tidak ada kalimat-kalimat eksplisit mau mendirikan negara atau menggantikan NKRI, tidak ada. Malah justru non-muslim pun diperkenankan," ungkapnya.
Meski begitu, Rafani tetap mengkhawatirkan fenomena tersebut. Pasalnya, selebaran tersebut serentak disebarkan di Jabar. Oleh karenanya, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyikapinya.
"Jadi, kalau dari isi selembarannya menurut saya tidak terlalu mengkhawatirkan. Cuma yang harus digali itu kenapa ini kok disebarkan secara serentak di wilayah Jawa Barat. Itu yang sedang diteliti oleh kami dan pihak Kepolisian," jelasnya.
Bahkan, Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar mengungkapkan, banyak juga selebaran yang disebar kelompok tersebut di Jabar, seperti yang terjadi di Cimahi, Sukabumi, dan Cianjur. "Dua-tiga hari lalu ditemukan selebaran (Khilafatul Muslimin) di beberapa tempat seperti Cimahi, Sukabumi dan Cianjur," ungkap Rafani, Rabu (1/6/2022).
Namun, lanjut Rafani, setelah isi selebaran tersebut dibaca, pihaknya melihat bahwa selebaran tersebut sudah dibuat sejak 2016 silam dan kelompok tersebut berpusat di Bandar Lampung. Baca juga: DPR Minta Kepolisian Ungkap Dalang Penyebar Konsep Khilafah
"Kalau melihat isi selembarannya sih, tidak ada kalimat-kalimat eksplisit mau mendirikan negara atau menggantikan NKRI, tidak ada. Malah justru non-muslim pun diperkenankan," ungkapnya.
Meski begitu, Rafani tetap mengkhawatirkan fenomena tersebut. Pasalnya, selebaran tersebut serentak disebarkan di Jabar. Oleh karenanya, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyikapinya.
"Jadi, kalau dari isi selembarannya menurut saya tidak terlalu mengkhawatirkan. Cuma yang harus digali itu kenapa ini kok disebarkan secara serentak di wilayah Jawa Barat. Itu yang sedang diteliti oleh kami dan pihak Kepolisian," jelasnya.
Lihat Juga :