Dihantam Ombak 2 Meter, 4 Penjaga Bagang Apung Selamat
Jum'at, 27 Mei 2022 - 02:05 WIB
loading...
Bagang apung milik pelaut di Kabupaten Tanah Laut terdampar di pantai usai dihantam ombak setinggi 2 meter. Empat penjaga bangang selamat. Foto: MPI/Zulkifli Yunus
A
A
A
PELAIHARI - Satu unit bagang apung dihantam ombak setinggi 2 meter hingga terdampar di Pantai Batakan Baru, Kabupaten Tanah Laut , Kalimantan Selatan, Kamis dini hari, (26/5/2022).
Beruntung empat awak bagang selamat dengan bertahan di atas bagang yang hanyut terbawa ombak ke pantai.
Bagang apung yang diawaki Mustamin, Warno, Suri dan Unan warga Desa Pemurus, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala itu berada di perairan Pantai Batakan untuk mencari cumi, mereka sudah 10 hari berada di pesisir Kecamatan Panyipatan.
Baca juga: 3 Pesawat Terpaksa Dialihkan ke Bandara Lain Akibat Cuaca Buruk di Sulsel
Menurut Mustamin, sebelum badai datang mereka ingin berlindung di Pulau Datu Desa Tanjung Dewa yang berbatasan langsung dengan Desa Batakan, namun belum sempat berlindung badai sudah datang.
Perahu penunda bagang tidak sanggup melawan ombak besar dan hembusan angin, awak bagang kemudian berkumpul di atas bagang, sementara perahu dibiarkan kosong.
“Kami memilih bertahan di atas bagang, karena perahu pasti karam akibat ombak besar,” kata Mustamin saat dikonfirmasi Kamis (26/5/2022)
.
Dia mengaku, ombaknya mencapai dua meter ditambah dengan angin yang sangat kencang.
Baca juga: Gajah Hamil Mati Berlumuran Darah, Kawanannya Mengamuk Rusak Rumah Warga
Mustamin mengaku ini pengalaman pertamanya sejak mengoperasikan bagang apung, ia bersyukur bagang apungnya tidak rusak akibat dihantam ombak besar.
“Syukurlah kami semua selamat dan bagang apung serta kapal masih dapat dipergunakan,” ujarnya.
Sementara itu, Mugeni warga Desa Batakan yang sehari-harinya berjualan makanan dan minuman di obyek wisata Pantai Batakan Baru juga mengaku, terjadi cuaca ekstrem bersamaan dengan hembuasan angin Barat.
Baca juga: Penjaga Pintu Air di Denpasar Hilang Terseret Arus
“Tadi malam kami sempat terjaga akibat hembusan angin yang sangat kencang dan diiringi deburan ombak di pantai,” ujar Mugeni.
Hingga Kamis sore (26/5/2022), gelombang masih besar dan berangin, sehingga air pantai yang semula biru berubah seperti lumpur.
Akibat gelombang besar dan berangin pengelola Obyek Wisata Pantai Batakan Baru menutup penyewaan banana boats, hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Beruntung empat awak bagang selamat dengan bertahan di atas bagang yang hanyut terbawa ombak ke pantai.
Bagang apung yang diawaki Mustamin, Warno, Suri dan Unan warga Desa Pemurus, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala itu berada di perairan Pantai Batakan untuk mencari cumi, mereka sudah 10 hari berada di pesisir Kecamatan Panyipatan.
Baca juga: 3 Pesawat Terpaksa Dialihkan ke Bandara Lain Akibat Cuaca Buruk di Sulsel
Menurut Mustamin, sebelum badai datang mereka ingin berlindung di Pulau Datu Desa Tanjung Dewa yang berbatasan langsung dengan Desa Batakan, namun belum sempat berlindung badai sudah datang.
Perahu penunda bagang tidak sanggup melawan ombak besar dan hembusan angin, awak bagang kemudian berkumpul di atas bagang, sementara perahu dibiarkan kosong.
“Kami memilih bertahan di atas bagang, karena perahu pasti karam akibat ombak besar,” kata Mustamin saat dikonfirmasi Kamis (26/5/2022)
.
Dia mengaku, ombaknya mencapai dua meter ditambah dengan angin yang sangat kencang.
Baca juga: Gajah Hamil Mati Berlumuran Darah, Kawanannya Mengamuk Rusak Rumah Warga
Mustamin mengaku ini pengalaman pertamanya sejak mengoperasikan bagang apung, ia bersyukur bagang apungnya tidak rusak akibat dihantam ombak besar.
“Syukurlah kami semua selamat dan bagang apung serta kapal masih dapat dipergunakan,” ujarnya.
Sementara itu, Mugeni warga Desa Batakan yang sehari-harinya berjualan makanan dan minuman di obyek wisata Pantai Batakan Baru juga mengaku, terjadi cuaca ekstrem bersamaan dengan hembuasan angin Barat.
Baca juga: Penjaga Pintu Air di Denpasar Hilang Terseret Arus
“Tadi malam kami sempat terjaga akibat hembusan angin yang sangat kencang dan diiringi deburan ombak di pantai,” ujar Mugeni.
Hingga Kamis sore (26/5/2022), gelombang masih besar dan berangin, sehingga air pantai yang semula biru berubah seperti lumpur.
Akibat gelombang besar dan berangin pengelola Obyek Wisata Pantai Batakan Baru menutup penyewaan banana boats, hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
(nic)
Lihat Juga :