Nyaris Punah, Relawan Lepas Ribuan Ikan Dewa di Sungai Pacet Mojokerto
Senin, 22 Juni 2020 - 17:15 WIB
loading...
A
A
A
"Kita, kegiatan ini bisa memberikan kesadaran ke masyarakat agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan. Seperti nyetrum atau meracuni ikan di sungai. Karena itu melanggar hukum. Saya berharap bagi yang pemancing yang mendapatkan ikan ini, mohon dirilis kembali, demi keberlangsungan ikan Sengkaring ini," jelasnya.
Untuk itu, Imam bersama berbagai elemen pemerhati lingkungan di Mojokerto, seperti Welirang Community, Tagana Kabupaten Mojokerto, penghobi mancing casting, dan LPBI-NU, melepaskan ribuan ekor ikan Dewa. Harapannya ikan yang memiliki nama latin genus tor dan neolissochilus ini bisa berkembang di sungai-sungai di Mojokerto.
Kendati diakui Imam, pihaknya sempat kesulitan untuk mendapatkan benih ikan yang biasa disebut masyarakat Sunda sebagai Kancera Bodas. Atau ikan Mangur, begitu warga di wilayah Jawa Tengah menyebutnya. Sebab, ikan Dewa memang banyak ditemukan di Jawa Barat maupun Jawa Tengah.
"Kita mendapatkan benihnya agak sulit, harganya juga cukup lumayan, perkilogram Rp 850 ribu. Kami berharap, ikan Dewa ini bisa lestari lagi di aliran sungai di wilayah Pacet ini, terlebih ikan ini konon juga memiliki mitos-mitos tersendiri yang berkaitan dengan sejarah Majapahit," tandas Anam
Untuk itu, Imam bersama berbagai elemen pemerhati lingkungan di Mojokerto, seperti Welirang Community, Tagana Kabupaten Mojokerto, penghobi mancing casting, dan LPBI-NU, melepaskan ribuan ekor ikan Dewa. Harapannya ikan yang memiliki nama latin genus tor dan neolissochilus ini bisa berkembang di sungai-sungai di Mojokerto.
Kendati diakui Imam, pihaknya sempat kesulitan untuk mendapatkan benih ikan yang biasa disebut masyarakat Sunda sebagai Kancera Bodas. Atau ikan Mangur, begitu warga di wilayah Jawa Tengah menyebutnya. Sebab, ikan Dewa memang banyak ditemukan di Jawa Barat maupun Jawa Tengah.
"Kita mendapatkan benihnya agak sulit, harganya juga cukup lumayan, perkilogram Rp 850 ribu. Kami berharap, ikan Dewa ini bisa lestari lagi di aliran sungai di wilayah Pacet ini, terlebih ikan ini konon juga memiliki mitos-mitos tersendiri yang berkaitan dengan sejarah Majapahit," tandas Anam
(msd)
Lihat Juga :