Kisah Pelajar di Aceh Besar Bertaruh Nyawa Berangkat ke Sekolah Seberangi Sungai Sarang Buaya
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:32 WIB
loading...
Belum ada jembatan penghubung, para pelajar di Desa Siron Blang, Kecamatan Kuta Cot Gli, Kabupaten Aceh Besar, terpaksa menyeberangi sungai yang menjadi habitat buaya untuk berangkat dan pulang sekolah. Foto/iNews TV/Syukri Syarifuddin
A
A
A
ACEH BESAR - Para pelajar di Desa Siron Blang, Kecamatan Kuta Cot Gli, Kabupaten Aceh Besar, harus bertaruh nyawa untuk berangkat dan pulang sekolah. Mereka terpaksa menyeberangi sungai yang menjadi habitat buaya, karena tak ada jembatan penghubung.
Baca juga: Jembatan Penghubung Ambruk, Aktivitas Warga Desa di OKI Lumpuh
Prihatin dengan nasib para generasi anak bangsa ini, Babinsa dari Koramil Kuta Cot Gli, membuat rakit untuk mengangkut para pelajar menyeberangi sungai. Setiap harinya, ada ratusan pelajar yang memanfaatkan rakit tersebut.
Setiap pagi, para pelajar tiba di tempat rakit penyeberangan tanpa mengenakan sepatu. Mereka lalu menaiki rakit buatan Babinsa tersebut, untuk berangkat sekolah menyongsong masa depan yang lebih cerah.
Baca juga: Jembatan Penghubung Ambruk, Aktivitas Warga Desa di OKI Lumpuh
Prihatin dengan nasib para generasi anak bangsa ini, Babinsa dari Koramil Kuta Cot Gli, membuat rakit untuk mengangkut para pelajar menyeberangi sungai. Setiap harinya, ada ratusan pelajar yang memanfaatkan rakit tersebut.
Setiap pagi, para pelajar tiba di tempat rakit penyeberangan tanpa mengenakan sepatu. Mereka lalu menaiki rakit buatan Babinsa tersebut, untuk berangkat sekolah menyongsong masa depan yang lebih cerah.
Lihat Juga :