Jelang Jumat Legi, Gunung Merapi Luncurkan Wedus Gembel Sejauh 2,5 Km
Kamis, 19 Mei 2022 - 08:14 WIB
loading...
A
A
A
"Kami juga masih mencatat aktivitas magmatik lainnya," terang Hanik. Aktifitas tersebut adalah kegempaan yang masih sering terjadi. Pihaknya mencatat aktifitas gempa guguran terjadi sebanyak 39 kali dengan Amplitudo 3-44 mm dan berdurasi 34-150 detik.
Di samping itu, juga ada lima kali gempa Hybrid/Fase Banyak, dengan Amplitudo 2-3 mm berdurasi 4-6 detik. Dan dua kali gempa Vulkanik Dangkal, dengan Amplitudo 40-46 mm dan berdurasi 9-11 detik.
Baca juga: Dihina Tak Kuat Bercinta, Jadi Alasan MWM Habisi Nyawa PSK saat Masih Basah Keringat Usai Ditindih
Aktivitas Gunung Merapi memang masih tinggi. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. "Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif, dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," paparnya.
Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat juga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi, serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. "Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandasnya.
Di samping itu, juga ada lima kali gempa Hybrid/Fase Banyak, dengan Amplitudo 2-3 mm berdurasi 4-6 detik. Dan dua kali gempa Vulkanik Dangkal, dengan Amplitudo 40-46 mm dan berdurasi 9-11 detik.
Baca juga: Dihina Tak Kuat Bercinta, Jadi Alasan MWM Habisi Nyawa PSK saat Masih Basah Keringat Usai Ditindih
Aktivitas Gunung Merapi memang masih tinggi. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. "Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif, dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," paparnya.
Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat juga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi, serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. "Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandasnya.
(eyt)
Lihat Juga :