Pemkot Palopo Komitmen Wujudkan Capaian Eliminasi Campak dan Rubella
Rabu, 18 Mei 2022 - 19:53 WIB
loading...
Wali Kota Palopo, HM Judas Amir bersama Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman pada kegiatan pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Baruga Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (18/5/2022). Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
PALOPO - Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo berkomitmen mewujudkan pencapaian eliminasi campak dan rubella.
Hal tersebut ditekankan Wali Kota Palopo, HM Judas Amir saat menghadiri kegiatan Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dan pengukuhan Bunda Imunisasi Sulsel di Baruga Pattingalloang Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (18/5/2022).
Baca juga:Canangkan BIAN 2022, Pemprov Sulsel Gaungkan Pentingnya Imunisasi
Wali Kota Palopo hadir didampingi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kota Palopo, Wahyudin. Ia menyampaikan, komitmen tersebut salah satunya ditunjukan melalui kebijakan anggaran melalui APBD.
"Aparat Pemerintah Kota Palopo bergerak serentak dan bersama dalam menangani campak dan rubella. Dinas Kesehatan, seluruh Puskesmas, rumah sakit dan tentunya peran lurah RT dan RW aktif melakukan pemantauan dan penanganan jika ditemui adanya kasus," ujarnya.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin yang memberikan sambutan secara virtual menjelaskan, imunisasi sangat penting dilakukan, sebab dapat melindungi anak-anak saat dewasa nanti, sehingga jauh lebih sehat dan pintar.
Imunisasi kata dia relatif murah melindungi dari penyakit ketimbang terkena saat telah dewasa.
Baca juga:Pemkab Pangkep Target 70 Ribu Anak Imunisasi Measles Rubella
"Kenapa saya katakan murah karena kalau kita sakit dirawat itu membutuhkan biaya jutaan rupiah. Jadi kita harus imunisasi atau vaksin saat diri kita sehat, jangan nanti sakit baru diobati," jelasnya.
Sementara itu Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman melaporkan, tingkat imunisasi di Sulsel tertinggi nasional, mencapai 99.9 persen pada data tahun 2021.
Untuk tahun ini akan lebih ditingkatkan lagi, semua instruksi dan arahan dari Kementerian akan menjadi pekerjaan bersama.
"Kita melibatkan unsur Forkopimda dan banyak kalangan lainnya untuk mengerjakan itu semua. Alhamdulillah hasilnya cukup maksimal," jelas Andi Sudirman .
Baca juga:Resmikan Kampus UMKM Shopee, Gubernur Sulsel Harap Bangkitkan Produk Lokal
Andi Sudirman juga mengatakan, untuk vaksinasi Covid-19 di Sulsel cukup terkendali. Mulai dari vaksin satu, dua hingga vaksin booster.
Kegiatan ini dilakukan serentak seluruh Indonesia. Diikuti seluruh Gubernur dan pemerintah daerah atau yang mewakili.
Hal tersebut ditekankan Wali Kota Palopo, HM Judas Amir saat menghadiri kegiatan Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dan pengukuhan Bunda Imunisasi Sulsel di Baruga Pattingalloang Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (18/5/2022).
Baca juga:Canangkan BIAN 2022, Pemprov Sulsel Gaungkan Pentingnya Imunisasi
Wali Kota Palopo hadir didampingi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kota Palopo, Wahyudin. Ia menyampaikan, komitmen tersebut salah satunya ditunjukan melalui kebijakan anggaran melalui APBD.
"Aparat Pemerintah Kota Palopo bergerak serentak dan bersama dalam menangani campak dan rubella. Dinas Kesehatan, seluruh Puskesmas, rumah sakit dan tentunya peran lurah RT dan RW aktif melakukan pemantauan dan penanganan jika ditemui adanya kasus," ujarnya.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin yang memberikan sambutan secara virtual menjelaskan, imunisasi sangat penting dilakukan, sebab dapat melindungi anak-anak saat dewasa nanti, sehingga jauh lebih sehat dan pintar.
Imunisasi kata dia relatif murah melindungi dari penyakit ketimbang terkena saat telah dewasa.
Baca juga:Pemkab Pangkep Target 70 Ribu Anak Imunisasi Measles Rubella
"Kenapa saya katakan murah karena kalau kita sakit dirawat itu membutuhkan biaya jutaan rupiah. Jadi kita harus imunisasi atau vaksin saat diri kita sehat, jangan nanti sakit baru diobati," jelasnya.
Sementara itu Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman melaporkan, tingkat imunisasi di Sulsel tertinggi nasional, mencapai 99.9 persen pada data tahun 2021.
Untuk tahun ini akan lebih ditingkatkan lagi, semua instruksi dan arahan dari Kementerian akan menjadi pekerjaan bersama.
"Kita melibatkan unsur Forkopimda dan banyak kalangan lainnya untuk mengerjakan itu semua. Alhamdulillah hasilnya cukup maksimal," jelas Andi Sudirman .
Baca juga:Resmikan Kampus UMKM Shopee, Gubernur Sulsel Harap Bangkitkan Produk Lokal
Andi Sudirman juga mengatakan, untuk vaksinasi Covid-19 di Sulsel cukup terkendali. Mulai dari vaksin satu, dua hingga vaksin booster.
Kegiatan ini dilakukan serentak seluruh Indonesia. Diikuti seluruh Gubernur dan pemerintah daerah atau yang mewakili.
(luq)
Lihat Juga :