Kisah Tjong A Fie, Crazy Rich Era Kolonial yang Dermawan dan Menghormati Keberagaman

Senin, 16 Mei 2022 - 06:41 WIB
loading...
A A A
Bisnisnya menggurita, di antaranya perkebunan tembakau di Deli, teh di daerah Bandar Baru, dan Si Bulan, serta perkebunan kelapa. Tak hanya itu, di wilayah Sawah Lunto, dan Bukit Tinggi, Sumatra Barat, dia juga menanamkan modal untuk usaha pertambangan.

Luas perkebunannya di Deli, sampai mengalahkan luas perkebunan milik Deli Maatschappij yang dirintis oleh Jacobus Nienhuys. Pemerintah Belanda, juga mempercayakan pengelolaan 17 kebun kepada Tjong A Fie. Untuk mengurus perkebunan itu, Tjong A Fie dibantuk 10 ribu pekerja.

Usahanya terus berkembang. Bersama kakaknya, Tjong A Fie bekerja sama membangun perusahaan kereta api The Chow-Chow & Swatow Railyway Co.Ltd. di Tiongkok Selatan. Usaha ini dirintisnya bersama paman sekaligus konsul Tiongkok di Singapura, Chang Pi Shih.

Baca juga: Kisah Nyimas Utari, Telik Sandi Cantik dari Mataram yang Memenggal Kepala Gubernur Jenderal JP Coen

Bisnisnya yang terus berkembang dan menggurita, hingga turut memajukan Kota Medan, tak luput dari prinsip hidup Tjong A Fie. Dia selalu mengamalkan tiga hal, yakni jujur, setia, dan bersatu.

Tjong A Fie juga selalu menghormati wilayah yang di datanginya. Prinsipnya "Di mana langit dijunjung di situ bumi dipijak". Dia juga tak rakus menguasai hartanya. lima persen dari keuntungan usahanya selalu di bagikan kepada para pekerja.

Semasa hidupnya, Tjong A Fie sangat berjasa atas perkembangan Kota Medan. Kota yang kala itu dikenal dengan nama Deli Tua, mendapatkan sumbangan menara lonceng untuk Gedung Balai Kota Medan yang lama dari Tjong A Fie.

Tjong A Fie juga membantu pembangunan Istana Maimoon, Gereja Uskup Agung Sugiopranoto, Kuil Buddha di Brayan, Kuil Hindu untuk warga India, Batavia Bank, Deli Bank, Jembatan Kebajikan di Jalan Zainul Arifin serta mendirikan rumah sakit Tionghoa pertama di Medan bernama Tjie On Jie Jan. Dia juga berperan dalam pembangunan Masjid Raya Al-Mashum dan Masjid Gang Bengkok.

Dia juga dikenal sebagai pelopor industri perkebunan dan transportasi kereta api pertama di Sumatera Utara, yakni Deli Spoorweg Maatschappij (DSM). Hingga kini karya itu masih bisa dirasakan, berupa jalur kereta api yang menghubungkan Kota Medan dengan Pelabuhan Belawan.

Baca juga: Kisah Gunung Semeru, Pasak untuk Pulau Jawa Dihuni Keturunan Asli Majapahit

Sebelum meninggal dunia, Tjong A Fie membuat wasiat dengan menyerahkan seluruh kekayaannya di Sumatera maupun di luar Sumatera kepada Yayasan Toen Moek Tong. Yayasan tersebut, harus didirikan Medan dan Sungkow, pada saat dia meninggal dunia.

Tak hanya itu, dalam wasiatnya, dia membuat pernyataan tertulis agar yayasan itu nantinya juga memberikan bantuan keuangan untuk kepentingan penyelesaian pendidikan kepada para pemuda berbakat, dan berkelakuan baik, tanpa membedakan kebangsaan.

Yayasan Toen Moek Tong ini, juga diwasiatkan oleh Tjong A Fie untuk membantu orang tidak mampu bekerja dengan baik akibat cacat, serta membantu mereka yang menjadi korban bencana alam tanpa memandang etnis.

Apopleksia atau pendarahan otak, membuat perjalanan hidup Tjong A Fie berakhir. pengusaha kaya raya ini, meninggal dunia pada tanggal 4 Februari 1921. Kepergiannya untuk selamanya, membuat warga Kota Medan berduka.

Ribuan orang pelayat datang dari berbagai daerah, untuk mengantarkannya ke tempat peristirahatan abadi, Para pelayat itu tak hanya datang dari Kota Medan, mereka juga datang dari Sumatera Timur, Aceh, Padang, Penang, Malaya, Singapura, dan Pulau Jawa.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Mantan Crazy Rich Doni...
Mantan Crazy Rich Doni Salmanan Bebas Bersyarat sejak 6 April 2026
Soulyu Meriahkan Medan...
Soulyu Meriahkan Medan Beauty Week 2026 dengan Antusiasme Luar Biasa
Ekonomi Lesu tapi Jumlah...
Ekonomi Lesu tapi Jumlah Crazy Rich RI Tumbuh Pesat, Ini Buktinya
Rekomendasi
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Ferrari Dicemooh, BMW...
Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved