KH Samanhudi, Pengusaha Batik yang Rela Korbankan Harta dan Jiwa untuk Perjuangan Kemerdekaan
Sabtu, 14 Mei 2022 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Taman Pewarta menjadi media komunikasi yang efektif bagi perkembangan Sarekat Dagang Islam sehingga organisasi ini semakin dikenal masyarakat. Sarekat Dagang Islam yang awalnya dikenal sebagai organisasi niaga, menjadi organisasi yang memelopori kebangkitan nasional.
Akibatnya, perkembangan Sarekat Dagang Islam yang pesat membuat penjajah kolonial Belanda khawatir. Untuk itu, dibuatlah organisasi tandingan dengan nama yang hampir mirip, yaitu Sarekat Dagang Islamiyah di Bogor pada 1909.
Meskipun sama-sama memiliki media kuat yang mendapat bantuan modal dan dukungan pemerintah kolonial Belanda, Sarekat Dagang Islamiyah akhir bubar pada 1911. Sebaliknya, Sarekat Islam semakin berkibar sejak dipimpin seorang pemuda, Oemar Said Cokroaminoto.
Gelar Haji di depan namanya seolah dirinya sangat matang. Padahal, saat beliau memimpin Sarekat Islam, baru berusia 38 tahun. Donald Eugene Smith menyatakan, Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto sebagai ketua Sarekat Islam telah berhasil memproklamirkan Islam sebagai lambang nasional.
Sarekat Islam sebagai organisasi modern, telah mempelopori dan memasyarakatkan penggunaan istilah “Nasional” melalui kongres Sarekat Islam pada 17-24 Juni 1916 di Bandung serta menuntut pemerintahan sendiri (Zelf Beestuur).
Kelak, salah satu murid Haji Oemar Said Cokroaminoto, yaitu Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 (9 Ramadhan 1364 H). Soekarno pun menjadi simbol nasional, dikenal sebagai Proklamator, Presiden Pertama Republik Indonesia, sekaligus pahlawan nasional.(Diolah dari berbagai sumber)
Sumber: - Ensiklopedia Pahlawan Nasional
- Situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Akibatnya, perkembangan Sarekat Dagang Islam yang pesat membuat penjajah kolonial Belanda khawatir. Untuk itu, dibuatlah organisasi tandingan dengan nama yang hampir mirip, yaitu Sarekat Dagang Islamiyah di Bogor pada 1909.
Meskipun sama-sama memiliki media kuat yang mendapat bantuan modal dan dukungan pemerintah kolonial Belanda, Sarekat Dagang Islamiyah akhir bubar pada 1911. Sebaliknya, Sarekat Islam semakin berkibar sejak dipimpin seorang pemuda, Oemar Said Cokroaminoto.
Gelar Haji di depan namanya seolah dirinya sangat matang. Padahal, saat beliau memimpin Sarekat Islam, baru berusia 38 tahun. Donald Eugene Smith menyatakan, Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto sebagai ketua Sarekat Islam telah berhasil memproklamirkan Islam sebagai lambang nasional.
Sarekat Islam sebagai organisasi modern, telah mempelopori dan memasyarakatkan penggunaan istilah “Nasional” melalui kongres Sarekat Islam pada 17-24 Juni 1916 di Bandung serta menuntut pemerintahan sendiri (Zelf Beestuur).
Kelak, salah satu murid Haji Oemar Said Cokroaminoto, yaitu Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 (9 Ramadhan 1364 H). Soekarno pun menjadi simbol nasional, dikenal sebagai Proklamator, Presiden Pertama Republik Indonesia, sekaligus pahlawan nasional.(Diolah dari berbagai sumber)
Sumber: - Ensiklopedia Pahlawan Nasional
- Situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(msd)
Lihat Juga :