RSPO-Pemprov Jambi Percepat Inklusi Pekebun Swadaya dalam Ekosistem Sawit Berkelanjutan
Rabu, 11 Mei 2022 - 20:39 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Guntur, pekebun swadaya bisa mendapatkan banyak manfaat dari program ini. Manfaat ini meliputi peningkatan kapasitas kelembagaan untuk bekerja bersama sebagai satu kelompok sehingga dapat memberikan nilai bagi anggotanya. Baca juga: Serikat Petani Bongkar Kelakuan Korporasi Saat Garap Kebun Sawit di Tanah Air
“Pekebun swadaya dapat berperan penting dalam meningkatkan jasa ekosistem dan melindungi keanekaragaman hayati, yakni dengan meningkatkan kesehatan tanah, meminimalkan pencemaran udara, air dan tanah, mendukung kawasan yang dilindungi, menyediakan akses terhadap sumber daya, dan melindungi penanda budaya,” jelas Guntur.
Ia juga berharap program ini dapat menunjukkan nilai komersial dari penerapan sertifikasi secara luas, dan keberhasilan pencapaian pekebun swadaya akan lebih memperkaya konsep keberlanjutan. "Ke depannya, model kolaborasi yang berhasil mendukung pekebun dapat lebih dikembangkan dan disempurnakan, serta diperluas ke provinsi lainnya," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Dedi Junaedi mengatakan, Sertifikasi ISPO di tingkat negaramembuka jalan bagi produksi minyak sawit yang lebih berkelanjutan.
"Kolaborasi denganpara pemangku kepentingan adalah jalan ke depan untuk mendorong perubahan berkelanjutan yang sistemik dan meningkatkan daya saing perkelapasawitan Indonesia," ujar Dedi.
“Pekebun swadaya dapat berperan penting dalam meningkatkan jasa ekosistem dan melindungi keanekaragaman hayati, yakni dengan meningkatkan kesehatan tanah, meminimalkan pencemaran udara, air dan tanah, mendukung kawasan yang dilindungi, menyediakan akses terhadap sumber daya, dan melindungi penanda budaya,” jelas Guntur.
Ia juga berharap program ini dapat menunjukkan nilai komersial dari penerapan sertifikasi secara luas, dan keberhasilan pencapaian pekebun swadaya akan lebih memperkaya konsep keberlanjutan. "Ke depannya, model kolaborasi yang berhasil mendukung pekebun dapat lebih dikembangkan dan disempurnakan, serta diperluas ke provinsi lainnya," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Dedi Junaedi mengatakan, Sertifikasi ISPO di tingkat negaramembuka jalan bagi produksi minyak sawit yang lebih berkelanjutan.
"Kolaborasi denganpara pemangku kepentingan adalah jalan ke depan untuk mendorong perubahan berkelanjutan yang sistemik dan meningkatkan daya saing perkelapasawitan Indonesia," ujar Dedi.
(don)
Lihat Juga :