Gerhana Matahari Cincin Lintasi Sragen Hanya 0,03 Persen
Minggu, 21 Juni 2020 - 13:16 WIB
loading...
Info grafis proses terjadinya gerhana matahari cincin. Foto/BMKG
A
A
A
SUKOHARJO - Gerhana matahari cincin (GMC) untuk wilayah Kota Solo dan sekitarnya secara berhitungan hanya melewati Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen ke utara, Minggu (21/6/2020) siang.
Namun prosentase hanya 0,03 persen mengakibatkan tidak dapat dilihat dengan memakai kacamata matahari atau teleskop kecil. (BACA JUGA: Gerhana Matahari Cincin Bisa Diamati dari Manado )
Kepala Pusat Astronomi Pondok Pesantren Assalaam Sukoharjo AR Sugeng Riadi mengatakan, GMC kali ini secara perhitungan melewati Karangmalang, Sragen ke utara. (BACA JUGA: Gerhana Matahari Tak Melintas Bandung, Boscha Tak Lakukan Pemantauan )
Yakni, hingga pulau Jawa ke utara seperti, Jepara, Pati, Kalimantan, dan Sulawesi. “Tapi Sragen ke selatan, Solo, Yogyakarta tidak kena,” kata AR Sugeng Riadi saat dihubungi Sindonews, Minggu (21/6/2020). (BACA JUGA: Live Streaming Gerhana Matahari Lokal Bisa Melalui Laman Ini )
Untuk wilayah pulau Jawa kenanya maksimalnya 0,6%, itu pun di Madura. “0,6 persen dengan mata tidak terlihat, dengan teleskop kecil juga belum nampak. Harus dengan teleskop besar,” ujar Sugeng.
Namun prosentase hanya 0,03 persen mengakibatkan tidak dapat dilihat dengan memakai kacamata matahari atau teleskop kecil. (BACA JUGA: Gerhana Matahari Cincin Bisa Diamati dari Manado )
Kepala Pusat Astronomi Pondok Pesantren Assalaam Sukoharjo AR Sugeng Riadi mengatakan, GMC kali ini secara perhitungan melewati Karangmalang, Sragen ke utara. (BACA JUGA: Gerhana Matahari Tak Melintas Bandung, Boscha Tak Lakukan Pemantauan )
Yakni, hingga pulau Jawa ke utara seperti, Jepara, Pati, Kalimantan, dan Sulawesi. “Tapi Sragen ke selatan, Solo, Yogyakarta tidak kena,” kata AR Sugeng Riadi saat dihubungi Sindonews, Minggu (21/6/2020). (BACA JUGA: Live Streaming Gerhana Matahari Lokal Bisa Melalui Laman Ini )
Untuk wilayah pulau Jawa kenanya maksimalnya 0,6%, itu pun di Madura. “0,6 persen dengan mata tidak terlihat, dengan teleskop kecil juga belum nampak. Harus dengan teleskop besar,” ujar Sugeng.
Lihat Juga :