Strategi Pemkab Bone Upayakan Penambahan Dokter Spesialis
Kamis, 28 April 2022 - 12:14 WIB
loading...
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bone, Andi Islamuddin, memimpin rapat koordinasi kesehatan bersama instansi terkait di Kantor Bupati Bone, Rabu (27/4/2022) kemarin. Foto/SINDOnews/Justang Muhammad
A
A
A
BONE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone terus mengupayakan penambahan dokter spesialis di wilayahnya. Untuk itu, pemerintah daerah berjuluk Bumi Arung Palakka tersebut telah menyusun strategi penambahan dokter ahli tanpa harus membebani APBD secara berlebihan.
Upaya penambahan dokter spesialis itu dibahas dalam rapat koordinasi kesehatan bersama instansi terkait di Kantor Bupati Bone, Rabu (27/4/2022) kemarin. Pertemuan itu dipimpin oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bone, Andi Islamuddin.
Baca Juga: Hanya 38 Orang, Bone Terancam Krisis Dokter Spesialis
Ia menjelaskan pihaknya terus mencari cara membantu dokter-dokter umum di Bone agar dapat bersekolah hingga meraih predikat dokter spesialis . Guna mewujudkan itu, pihaknya mendorong rumah sakit di Bone yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dapat menggunakan anggarannya.
"Ada dana BLUD yang bisa digunakan pengembangan SDM. Nah, dana itu dikelola masing-masing rumah sakit, dan saya kira dana BLUD itu bisa digunakan untuk peningkatan SDM. Sisa dihitung berapa dokter umum yang diberikan untuk mengambil spesialisnya setiap tahun," ucap dia.
Upaya penambahan dokter spesialis itu dibahas dalam rapat koordinasi kesehatan bersama instansi terkait di Kantor Bupati Bone, Rabu (27/4/2022) kemarin. Pertemuan itu dipimpin oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bone, Andi Islamuddin.
Baca Juga: Hanya 38 Orang, Bone Terancam Krisis Dokter Spesialis
Ia menjelaskan pihaknya terus mencari cara membantu dokter-dokter umum di Bone agar dapat bersekolah hingga meraih predikat dokter spesialis . Guna mewujudkan itu, pihaknya mendorong rumah sakit di Bone yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dapat menggunakan anggarannya.
"Ada dana BLUD yang bisa digunakan pengembangan SDM. Nah, dana itu dikelola masing-masing rumah sakit, dan saya kira dana BLUD itu bisa digunakan untuk peningkatan SDM. Sisa dihitung berapa dokter umum yang diberikan untuk mengambil spesialisnya setiap tahun," ucap dia.
Lihat Juga :