4 Bulan di Pengungsian, Jelang Lebaran Korban Erupsi Semeru Tempati Huntara dan Huntap

Kamis, 28 April 2022 - 01:26 WIB
loading...
4 Bulan di Pengungsian, Jelang Lebaran Korban Erupsi Semeru Tempati Huntara dan Huntap
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan soft launching huntara dan huntap untuk korban erupsi Gunung Semeru, di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Foto/Ist.
A A A
Menjelang lebaran, warga korban bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, secara bertahap akan menempati hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) sebagai pengganti rumah mereka yang terdampak bencana.

Baca juga: Tak Peduli Bahaya Erupsi Semeru, Ini Penampakan Wisatawan Banjiri Jembatan Gantung Gladak Perak

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan soft launching huntara dan huntap dengan ditandai menyerahkan kunci pada para penyintas di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Khofifah bergerak langsung menyerahkan kunci kepada penyintas erupsi Gunung Semeru di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Rabu (27/4/2022).



Khofifah menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada tujuh orang penghuni beserta sembako, dan sajadah, serta majmuk syarif untuk masing-masing rumah pengungsi erupsi Gunung Semeru. Totalnya ada sebanyak 130 kepala keluarga (KK) yang dipindahkan dari pengungsian untuk menghuni huntara dan huntap.

Baca juga: Diterkam Buaya Muara, Jasad Gadis di Bintan Ditemukan Tak Utuh Lagi

Pada soft launching tersebut, Khofifah juga meninjau blok F1 dan F2 hunian yang ada dan bersapa dengan penyintas. Semua unit telah dilengkapi perabotan, pipa saluran air, listrik, dan fasilitas lainnya. "Ini baru akan dilakukan permulaan soft launching, peresmian sementara, agar para penyintas APG Gunung Semeru dapat menempati relokasi di Bumi Semeru Damai ini," kata Khofifah.

Ketua Umum PP Muslimat NU ini mengatakan, pembangunan kawasan huntara dan huntap ini harus dikawal. Pasalnya, di lingkungan ini juga akan dibangun fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) seperti sekolah dan tempat ibadah. "Ini harus dikawal, karena di depan ada pondasi untuk TK, SD, mushola, dan panglima TNI berencana mendirikan masjid agung agar banyak fasum serta fasos untuk warga," lanjutnya.

Ia berharap seluruh masyarakat penyintas bisa menikmati huntara dan huntap yang telah disediakan pemerintah. Ia juga berharap masyarakat bisa segera beradaptasi dengan lingkungan baru. "Saya harap semua bisa beradaptasi, kemudian site plan sudah didetailkan, oleh karena itu semua di antara kita terutama yang melakukan pendampingan warga saya harap dimaksimalkan," tambahnya.

Baca juga: Usir Pemudik di Rest Area 389 B Tol Semarang-Batang, Ini Penjelasan Satlantas Polres Kendal
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1390 seconds (10.55#12.26)