Bupati Bantaeng Ajak Masyarakat Implementasikan Kemuliaan Alquran
Selasa, 19 April 2022 - 14:44 WIB
loading...
Bupati Bantaeng, Ilham Azikin di malam peringatan Nuzulul Quran di Masjid Agung Syach Abdul Gani, Senin (18/4/2022). Foto: Istimewa
A
A
A
BANTAENG - Bupati Bantaeng , Ilham Azikin mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebersamaan dan meningkatkan kepedulian sosial. Hal itu disampaikan Bupati di peringatan Nuzulul Quran di Masjid Agung Syach Abdul Gani, Senin (18/4/2022).
Bupati menyampaikan, Nuzulul Quran adalah pencerminan komitmen untuk selalu menjaga dan mengimplementasikan kemuliaan Alquran. Dia berharap, peringatan ini menjadi momentum untuk mengkonsolidasikan seluruh potensi masyarakat Bantaeng berbuat lebih baik untuk daerah ini.
Baca juga:Pemkab Bantaeng Ajak Warga Ulu Ere Perhatikan Pendidikan Anak
"Ini adalah momentum untuk kita menjaga kebersamaan kita semua agar bisa berbuat yang lebih baik lagi ke depannya," jelas Ilham.
Dia menambahkan, sampai saat ini Bantaeng masih menjadi salah satu daerah terbaik di Sulsel dalam berbagai hal. Menurutnya, prestasi yang diraih Kabupaten Bantaeng tidak terlepas dari kebersamaan dan kegotong royongan yang dibangun masyarakat Bantaeng.
"Kondisi saat ini menuntut kita untuk senantiasa memberikan kepedulian kita bersama. Bukan hanya terkait dengan pandemi Covid-19 , tetapi juga di seluruh sektor sosial kemasyarakatan," jelas dia.
Penceramah dalam peringatan Nuzulul Quran itu adalah, Prof Mustari Mustafa. Dalam kesempatan itu, dia menyebut, berdasarkan literatur, malam Nuzulul Quran diperingati di Indonesia setiap 17 Ramadhan. Pada malam ini, bertepatan dengan malam sebelum proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Baca juga:Kebersamaan Modal Membangun Bantaeng, Bupati Ilham Beberkan Data PDRB
"Saat itu, bangsa kita akan memproklamasikan kemerdekaan bertepatan dengan bulan puasa. Malam sebelum proklamasi, digelar lah Nuzulul Quran," jelas dia.
Berdasarkan kejadian itu, maka bisa ditarik kesimpulan jika bangsa Indonesia telah mendeklarasikan dirinya secara sempurna. "Merdeka secara rohani pada malam Nuzulul Quran, dan merdeka secara jasmani pada saat proklamasi kemerdekaan di pagi harinya," jelas dia.
Bupati menyampaikan, Nuzulul Quran adalah pencerminan komitmen untuk selalu menjaga dan mengimplementasikan kemuliaan Alquran. Dia berharap, peringatan ini menjadi momentum untuk mengkonsolidasikan seluruh potensi masyarakat Bantaeng berbuat lebih baik untuk daerah ini.
Baca juga:Pemkab Bantaeng Ajak Warga Ulu Ere Perhatikan Pendidikan Anak
"Ini adalah momentum untuk kita menjaga kebersamaan kita semua agar bisa berbuat yang lebih baik lagi ke depannya," jelas Ilham.
Dia menambahkan, sampai saat ini Bantaeng masih menjadi salah satu daerah terbaik di Sulsel dalam berbagai hal. Menurutnya, prestasi yang diraih Kabupaten Bantaeng tidak terlepas dari kebersamaan dan kegotong royongan yang dibangun masyarakat Bantaeng.
"Kondisi saat ini menuntut kita untuk senantiasa memberikan kepedulian kita bersama. Bukan hanya terkait dengan pandemi Covid-19 , tetapi juga di seluruh sektor sosial kemasyarakatan," jelas dia.
Penceramah dalam peringatan Nuzulul Quran itu adalah, Prof Mustari Mustafa. Dalam kesempatan itu, dia menyebut, berdasarkan literatur, malam Nuzulul Quran diperingati di Indonesia setiap 17 Ramadhan. Pada malam ini, bertepatan dengan malam sebelum proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Baca juga:Kebersamaan Modal Membangun Bantaeng, Bupati Ilham Beberkan Data PDRB
"Saat itu, bangsa kita akan memproklamasikan kemerdekaan bertepatan dengan bulan puasa. Malam sebelum proklamasi, digelar lah Nuzulul Quran," jelas dia.
Berdasarkan kejadian itu, maka bisa ditarik kesimpulan jika bangsa Indonesia telah mendeklarasikan dirinya secara sempurna. "Merdeka secara rohani pada malam Nuzulul Quran, dan merdeka secara jasmani pada saat proklamasi kemerdekaan di pagi harinya," jelas dia.
(luq)
Lihat Juga :