Kepala Suku Adat La Pago Provinsi: Mari Jaga Kedamaian Papua
Jum'at, 19 Juni 2020 - 09:44 WIB
loading...
A
A
A
Alvius yang juga menjabat Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi Papua berharap, kasus rasial tidak lagi terjadi di Bumi Cenderawasih. Karena dampaknya sangat merugikan semua pihak. Dia meminta, semua fokus pada pengembangan diri untuk menata Papua yang lebih baik.
"Saya saksi mata saat itu, dan saya rasakan seperti neraka dunia. Maka saya berharap dan meminta semua pihak untuk sama-sama menjaga jangan sampai kejadian rasial itu terulang lagi. Kita semua sama, tidak ada bedanya semua adalah makhluk Tuhan," tegasnya.
Dirinya meminta dimasa Pandemi COVID-19 harusnya semua warga bergandengan tangan, bahu membahu untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Jumlah yang terinveksi terus bertambah, maka harus tetap menjaga protokol kesehatan.
"Dimasa pandemi ini kita harus bersatu, kita harusnya bersama-sama menjaga agar virus ini tidak makin menyebar dengan menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan yang disampaikan pemerintah. Soal permasalahan yang terjadi sudah cukup tidak usah diperpanjang lagi. Kita mau damai," pungkasnya.
(Baca juga: Perayaan Gelar Sepak Bola Bisa Jadi Cluster Baru Corona )
"Saya saksi mata saat itu, dan saya rasakan seperti neraka dunia. Maka saya berharap dan meminta semua pihak untuk sama-sama menjaga jangan sampai kejadian rasial itu terulang lagi. Kita semua sama, tidak ada bedanya semua adalah makhluk Tuhan," tegasnya.
Dirinya meminta dimasa Pandemi COVID-19 harusnya semua warga bergandengan tangan, bahu membahu untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Jumlah yang terinveksi terus bertambah, maka harus tetap menjaga protokol kesehatan.
"Dimasa pandemi ini kita harus bersatu, kita harusnya bersama-sama menjaga agar virus ini tidak makin menyebar dengan menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan yang disampaikan pemerintah. Soal permasalahan yang terjadi sudah cukup tidak usah diperpanjang lagi. Kita mau damai," pungkasnya.
(Baca juga: Perayaan Gelar Sepak Bola Bisa Jadi Cluster Baru Corona )
Lihat Juga :