Kaki Tangan Penembakan Anggota Dishub Makassar Adalah Rekan Korban
Senin, 18 April 2022 - 07:53 WIB
loading...
A
A
A
Pasca kejadian, Abud lanjutnya tetap menjalankan pekerjaannya. Dia tak pernah bolos sekalipun. Bahkan, tidak ada perubahan sikap sama sekali. Makanya, rekan Abud sulit mempercayai jika dia disebut sebagai terduga pelaku.
"Memang siang itu, kedua orang tua dari salah satu staf saya datang dan memberitahu itu Abud ditangkap. Saya juga shok, tidak percaya. Namun saya bilang mungkin masih dimintai keterangan. Jadi kita serahkan saja ke pihak kepolisian," ujarnya.
Dalam sepekan setelah penangkapan Sahabuddin, pihak kepolisian Polrestabes Makassar kembali menangkap Kepala Satpol PP Kota Makassar, Muh Iqbal Asnan yang merupakan dalang dibalik penembakan Najamuddin.
Dia diamankan pada Sabtu 16 April siang di kediamannya di Jl Muh Tahir di belakang RS Bhayangkara, Makassar. Iqbal diamankan oleh Tim Khusus yang dibentuk Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana.
Hadir dalam penangkapan tersebut, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Reonald Simanjuntak, serta beberapa personel Jatanras, Propam, dan Brimob.
Sekadar diketahui, sebelum menjabat Kasatpol PP, Iqbal Asnan adalah Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, tempat di mana mendiang Najamuddin Sewang terakhir mengabdi sebagai petugas Dishub bagian PRC.
Diamankannya Iqbal Asnan, bersamaan dengan dua pelaku lain yakni Mhammad Asri yang diketahui sebagai ajudan pribadi Iqbal asnan di Kesatuan Satpol PP Kota Makassar. Sedangkan satu pelaku lainnya yakni AKM hingga saat ini belum dikatahui identitas lengkapnya.
Keempat pelaku tersebut memiliki perannya masing-masing, Selaku otak pelaku yakni Iqbal Asnan, dan yang ketiganya masing masing bertugas sebagai penggambar, eksekutor dan pengamat.
"Keempat tersangka ini punya peran masing-masing, Iqbal Asnan selaku otak dibalik penembakan, sedangkan yang lainnya adalah pengamat, eksekutor dan penggambar," ucap Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budi Haryanto.
Pasca dijadikan tersangka, Kepala Satpol PP Kota Makassar, Muh Iqbal Asnan belum mengakui perbuatannya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kepolisian Polrestabes Makassar , Kombes Pol Budhi Haryanto.
Baca Juga: Diduga Terkait Penembakan, Rekan Kerja Anggota Dishub Makassar Diamankan
Dia bilang, tersangka saat ini belum mengakui, namun sejumlah saksi terutama (eksekutor) telah mengungkapkan bahwa dirinya diperintah atau disuruh oleh Muh Iqbal Asnan.
"Dia (Kasatpol PP) belum mengakui, tapi saksi sudah mengungkapkan bahwa dialah yang menyuruh," ujar Budhi Minggu, (17/4/2022)
Ditanyai terkait bagaimana hubungan asmara memicu Iqbal menyuruh menembak korban. Budhi masih enggan merinci. "Kita masih periksa saksi yang perempuan ini, karena tersangka juga belum mau mengakui," ujarnya Budhi lagi.
Lebih jauh, ditanyai apakah benar oknum perempuan yang sebelumnya menjadi pemicu perbuatan jahat Kasatpol PP dan sejumlah orang bayarannya adalah orang Dishub. Budhi tak menampik hal itu. "Benar dari Dishub," ungkapnya.
Diketahui Iqbal dijerat pasal pembunuhan berencana 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati. Dia dianggap menjadi otak penembakan maut Najamuddin Sewang, seorang pegawai Dishub Makassar.
"Memang siang itu, kedua orang tua dari salah satu staf saya datang dan memberitahu itu Abud ditangkap. Saya juga shok, tidak percaya. Namun saya bilang mungkin masih dimintai keterangan. Jadi kita serahkan saja ke pihak kepolisian," ujarnya.
Dalam sepekan setelah penangkapan Sahabuddin, pihak kepolisian Polrestabes Makassar kembali menangkap Kepala Satpol PP Kota Makassar, Muh Iqbal Asnan yang merupakan dalang dibalik penembakan Najamuddin.
Dia diamankan pada Sabtu 16 April siang di kediamannya di Jl Muh Tahir di belakang RS Bhayangkara, Makassar. Iqbal diamankan oleh Tim Khusus yang dibentuk Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana.
Hadir dalam penangkapan tersebut, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Reonald Simanjuntak, serta beberapa personel Jatanras, Propam, dan Brimob.
Sekadar diketahui, sebelum menjabat Kasatpol PP, Iqbal Asnan adalah Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, tempat di mana mendiang Najamuddin Sewang terakhir mengabdi sebagai petugas Dishub bagian PRC.
Diamankannya Iqbal Asnan, bersamaan dengan dua pelaku lain yakni Mhammad Asri yang diketahui sebagai ajudan pribadi Iqbal asnan di Kesatuan Satpol PP Kota Makassar. Sedangkan satu pelaku lainnya yakni AKM hingga saat ini belum dikatahui identitas lengkapnya.
Keempat pelaku tersebut memiliki perannya masing-masing, Selaku otak pelaku yakni Iqbal Asnan, dan yang ketiganya masing masing bertugas sebagai penggambar, eksekutor dan pengamat.
"Keempat tersangka ini punya peran masing-masing, Iqbal Asnan selaku otak dibalik penembakan, sedangkan yang lainnya adalah pengamat, eksekutor dan penggambar," ucap Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budi Haryanto.
Pasca dijadikan tersangka, Kepala Satpol PP Kota Makassar, Muh Iqbal Asnan belum mengakui perbuatannya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kepolisian Polrestabes Makassar , Kombes Pol Budhi Haryanto.
Baca Juga: Diduga Terkait Penembakan, Rekan Kerja Anggota Dishub Makassar Diamankan
Dia bilang, tersangka saat ini belum mengakui, namun sejumlah saksi terutama (eksekutor) telah mengungkapkan bahwa dirinya diperintah atau disuruh oleh Muh Iqbal Asnan.
"Dia (Kasatpol PP) belum mengakui, tapi saksi sudah mengungkapkan bahwa dialah yang menyuruh," ujar Budhi Minggu, (17/4/2022)
Ditanyai terkait bagaimana hubungan asmara memicu Iqbal menyuruh menembak korban. Budhi masih enggan merinci. "Kita masih periksa saksi yang perempuan ini, karena tersangka juga belum mau mengakui," ujarnya Budhi lagi.
Lebih jauh, ditanyai apakah benar oknum perempuan yang sebelumnya menjadi pemicu perbuatan jahat Kasatpol PP dan sejumlah orang bayarannya adalah orang Dishub. Budhi tak menampik hal itu. "Benar dari Dishub," ungkapnya.
Diketahui Iqbal dijerat pasal pembunuhan berencana 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati. Dia dianggap menjadi otak penembakan maut Najamuddin Sewang, seorang pegawai Dishub Makassar.
Lihat Juga :