Polanharjo Klaten Dicanangkan Jadi Wilayah Inklusi Ramah Disabilitas
Sabtu, 16 April 2022 - 23:11 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Melihat Kaum Difabel Kediri Menjalani Aktivitas Ekonomi New Normal
“Komnas Disabilitas mengembangkan kelembagaan di daerah dan mendorong bentuk dukungan berupa perda maupun SK Bupati”, tambahnya.
Kikin juga menyempatkan menyambangi bengkel binaan Aqua Klaten yang membuat dan memperbaiki kursi roda bagi disabilitas daksa.
Selain itu dia juga di Desa Kranggan juga terdapat kelompok ibu-ibu disabilitas daksa yang memproduksi pisau dapur stainless steel untuk menambah pendapatan keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Ketut Muwaranata menyampaikan bahwa disabilitas harus dapat kesempatan dan perlakuan yang sama, termasuk kesempatan untuk berprestasi bersama. “Di Inklusi Center kami membantu difabel mendapatkan tambahan nutrisi, peralatan terapi yang memadai dan terpenting dukungan moral dari semua yang ada, saling menyemangati”, jelas Ketut.
“Sejak 2015 kami telah mendampingi Inklusi Center Kecamatan Karanganom (ICKK) yang menaungi 120 disabilitas, 40 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan pemberdayaan ekonomi untuk 15 Kepala Keluarga” Ketut menambahkan.
“Komnas Disabilitas mengembangkan kelembagaan di daerah dan mendorong bentuk dukungan berupa perda maupun SK Bupati”, tambahnya.
Kikin juga menyempatkan menyambangi bengkel binaan Aqua Klaten yang membuat dan memperbaiki kursi roda bagi disabilitas daksa.
Selain itu dia juga di Desa Kranggan juga terdapat kelompok ibu-ibu disabilitas daksa yang memproduksi pisau dapur stainless steel untuk menambah pendapatan keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Ketut Muwaranata menyampaikan bahwa disabilitas harus dapat kesempatan dan perlakuan yang sama, termasuk kesempatan untuk berprestasi bersama. “Di Inklusi Center kami membantu difabel mendapatkan tambahan nutrisi, peralatan terapi yang memadai dan terpenting dukungan moral dari semua yang ada, saling menyemangati”, jelas Ketut.
“Sejak 2015 kami telah mendampingi Inklusi Center Kecamatan Karanganom (ICKK) yang menaungi 120 disabilitas, 40 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan pemberdayaan ekonomi untuk 15 Kepala Keluarga” Ketut menambahkan.
Lihat Juga :