New Balai Kota Makassar Tidak Pakai Lahan Twin Tower

Senin, 11 April 2022 - 20:36 WIB
loading...
New Balai Kota Makassar...
Pemkot Makassar menegaskan tidak menggunakan lahan Twin Tower untuk pembangunan New Balai Kota di Kawasan CPI. Foto: Sindonews/dok
A A A
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memastikan lahan pembangunan mega proyek New Balai Kota, tidak akan dibangun di atas lahan mega proyek yang digarap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Twin Tower.

Sebelumnya, pemberitaan santer menyebutkan bahwa lahan pembangunan Twin Tower bakal diambil alih oleh Pemkot untuk membangun gedung New Balai Kota.

Baca Juga: Persiapan Pembangunan Twin Tower, Gubernur Tinjau Lahan CPI

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, keduanya memang berada di kawasan reklamasi Center Point of Indonesia (CPI). Namun, lokasinya jauh berbeda.

"Lokasi New Balai Kota tidak di situ (di lahan Twin Tower). Lokasi kami jauh dari situ. Kami di dekat gerbang. Itu sudah sejak 2018 direncanakan di situ," tegas Danny, sapaan akrabnya.

Sekadar diketahui, proyek New Balai Kota rencananya bakal dibangun dengan konsep menara kembar berlantai 36 di lahan CPI seluas 3,3 hektare. Proyek ini digadang-gadang memiliki nilai investasi pembangunan sebesar Rp2 triliun.

Sementara Twin Tower merupakan proyek Pemprov Sulsel yang dimulai pada 2020 lalu di atas lahan seluas 8 hektare. Konsepnya juga menggunakan konsep menara kembar dengan 36 lantai dan nilai investasi mencapai Rp1,9 triliun.

Secara umum, keduanya merupakan gedung pemerintahan. Hanya saja, Danny mengklaim bahwa pihaknyalah yang terlebih dahulu menggagas proyek tersebut lantaran sudah dicetuskan sejak 2018 silam, saat ia menjabat sebagai Wali Kota Makassar periode pertama.

"Sudah dua tahun lebih dulu ada sebelum dipikirkan sama yang bikin menara kembar. Itu sudah launching, sudah ada maketnya, tempatnya juga sudah disiapkan, sudah masuk tata ruang," beber Danny.

Di sisi lain, proyek Twin Tower yang sempat mandek, kini disebut-sebut bakal dilanjutkan kembali. Hanya saja, Danny masih belum merestui pembangunan tersebut lantaran melanggar Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Makassar.

Baca Juga: Gubernur Sulsel Saksikan Penandatanganan Kontrak Kerja Twin Tower

Dalam peta rencana pola ruang yang dimuat dalam Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), lokasi pembangunan Twin Tower ditandai sebagai Kawasan Lindung Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Aturan terkait hal itu juga dimuat dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 69 Tahun 2016 tentang Izin Pemanfaatan, Penataan, dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau.

Dalam Perwali itu menyebutkan bahwa dilarang mendirikan bangunan atau sejenisnya dan/atau melaksanakan kegiatan untuk kepentingan perorangan dan/atau badan usaha di lokasi RTH yang dimiliki/dikuasai pemerintah kota sebelum mendapatkan izin dari wali kota atau pejabat yang ditunjuk.

Danny berujar, dirinya tidak melarang jika Pemprov ingin membangun gedung di kawasan CPI. Hanya saja, lokasi yang dipilih kurang tepat

Sehingga, kata Danny, Pemprov Sulsel seharusnya membuka ruang diskusi bersama Pemkot untuk mencari penyelesaian atas persoalan tersebut.

"Itukan haknya Pemprov, tapi saya kira perlu juga didiskusikan. Karena Pemprov itu dalam otonomi daerah tidak punya wilayah, kan bagus itu kalau didiskusikan dengan yang punya wilayah," jelas Danny.

"Di Perda telah disepakati lewat wakil-wakil rakyat bahwa di situ adalah alun-alun kota, artinya itu milik masyarakat. Kan tidak baik kalau pemerintah ambil punya masyarakat Makassar. Selama itu punya masyarakat, pasti saya bela masyarakat," imbuhnya

Menanggapi rencana pembangunan New Balai Kota, Pemprov Sulsel melalui Direktur Utama PT Sulsel Citra Indonesia (SCI) atau Perseroda Sulsel, Yasir Mahmud mengaku tak tahu menahu tentang rencana tersebut.

Baca Juga: Twin Tower Diharap Jadi Simbol Sinergitas Pemerintahan di Sulsel

"Kalau itu saya tidak tahu, karena sekarang ini kan tidak ada lahan di sana selain Twin Tower," jelasnya.

Meski sempat mandek, Yasir menegaskan Twin Tower dipastikan akan tetap berlanjut. Kerja sama dengan investor baru tengah dijajaki, dan tak menutup kemungkinan desain bisa berubah dari rencana awal.

"Sekarang ini kami mencari investor yang siap, nah tergantung lagi investor apakah mau melanjut pembangunan ini. Mengingat pondasinya kan sudah jadi sudah semua, ya nanti apakah investor mau melanjutkan itu atau memilih desain sendiri," beber Yasir.

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demonstran Mengamuk...
Demonstran Mengamuk Bakar Gedung DPRD Kota Makassar
RS Vertikal Makassar...
RS Vertikal Makassar Milik Pemerintah Kini Miliki Fasilitas AC VRF
Puncak Makassar Eight...
Puncak Makassar Eight Festival Dipindahkan ke Tugu MNEK, Ini Alasannya
Pemkot Makassar Terapkan...
Pemkot Makassar Terapkan Layanan Publik Berbasis Metaverse, Mendagri Beri Pujian
Musim Transisi, BPBD...
Musim Transisi, BPBD Makassar: Waspada Banjir dan Angin Kencang!
Awas! Kebakaran di Makassar...
Awas! Kebakaran di Makassar Meningkat hingga 359 Kali
Tinggalkan Mesin V-Twin,...
Tinggalkan Mesin V-Twin, Ducati Panigale V2 Superquadro Final Edition Dikenalkan
Dinas Pertanahan Kota...
Dinas Pertanahan Kota Makassar Targetkan 100 Aset Lahan Pemkot Miliki Sertifikat pada 2023
Dukung Program Pusat,...
Dukung Program Pusat, Pemkot Makassar Integrasikan NIK dan NPWP Warganya
Rekomendasi
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Dokter Tifa Ditangkap...
Dokter Tifa Ditangkap Polisi dan Dibawa ke Polda Metro Jaya, Ini Kata Kuasa Hukum
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Berita Terkini
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved