Korban Pemerkosaan di Grobogan Depresi hingga Keluar Sekolah, 4 Kali Lapor Polisi Tidak Ditanggapi
Sabtu, 09 April 2022 - 12:34 WIB
loading...
A
A
A
"Selama belajar di pondok, korban wajib tinggal di asrama dan mendapatkan kunjungan keluarga dua minggu sekali. Setiap berkunjung, ayah tirinya memaksa menjemputnya pulang, lalu diperkosa berulang-ulang," sambungnya.
Setelah itu, korban dikembalikan lagi ke pondok pesantren. Mendapat perlakuan itu, korban sangat trauma sekali.
Baca: UPT Perlindungan Anak Siap Dampingi Korban Pemerkosaan dan Penculikan
"Sebelum melancarkan aksinya, ayah tiri korban selalu memaksa ibu kandung korban berangkat kerja, meski waktu kerja belum tiba. Sehingga rumah dalam kondisi kosong. Hal ini dimanfaatkan untuk memperkosa korban," jelasnya.
Berulang kali diperkosa, membuat korban sangat depresi hingga akhirnya tidak mau berangkat kembali ke pesantren.
"Korban lalu pulang ke rumah saya dan cerita. Saya langsung membawa korban ke RSU Dokter Soedjati Purwodadi untuk virum dan melapor ke polisi, pada Januari 2022. Tetapi laporan saya tidak ditanggapi," sambungnya.
Setelah itu, korban dikembalikan lagi ke pondok pesantren. Mendapat perlakuan itu, korban sangat trauma sekali.
Baca: UPT Perlindungan Anak Siap Dampingi Korban Pemerkosaan dan Penculikan
"Sebelum melancarkan aksinya, ayah tiri korban selalu memaksa ibu kandung korban berangkat kerja, meski waktu kerja belum tiba. Sehingga rumah dalam kondisi kosong. Hal ini dimanfaatkan untuk memperkosa korban," jelasnya.
Berulang kali diperkosa, membuat korban sangat depresi hingga akhirnya tidak mau berangkat kembali ke pesantren.
"Korban lalu pulang ke rumah saya dan cerita. Saya langsung membawa korban ke RSU Dokter Soedjati Purwodadi untuk virum dan melapor ke polisi, pada Januari 2022. Tetapi laporan saya tidak ditanggapi," sambungnya.
Lihat Juga :