Klitih Tewaskan Anak Anggota DPRD, Polisi Berhasil Identifikasi 2 Motor Pelaku

Selasa, 05 April 2022 - 19:00 WIB
loading...
Klitih Tewaskan Anak Anggota DPRD, Polisi Berhasil Identifikasi 2 Motor Pelaku
Polisi memeriksa sembilan CCTV untuk mengungkap identitas pelaku klitih yang menewaskan pelajar SMA Muhammadiyah 2 Jogjakarta. Foto/Ilustrasi
A A A
YOGYAKARTA - Dua motor yang digunakan oleh lima pelaku klitih di Jogjakarta, berhasil diidentifikasi oleh polisi. Aksi klitih tersebut, menewaskan seorang pemuda berinisial DAA (17) siswa SMA Muhammadiyah 2 Jogjakarta.

Baca juga: Anak Anggota Dewan Kebumen Diduga Tewas Akibat Korban Klitih di Bantul, Polisi Lakukan Olah TKP

Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indardi menuturkan, terus melakukan penyelidikan kasus klitih tersebut. Untuk mencari identitas pelaku klitih, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang saksi.



"Kami juga mempelajari rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian, dan di jalur di mana kemungkinan dilalui korban serta pelaku. Setidaknya sembilan CCTV yang telah didapatkan. Saat ini tengah proses analisis pendalaman, untuk mengetahui peristiwa tersebut, termasuk identitas pelaku," tegasnya.

Baca juga: Gasak Uang BUMDes Rp276 Juta, Mantan Kades dan Ketua Dijebloskan Tahanan

Dari keterangan saksi dan rekaman CCTV, polisi menemukan jika pelaku menggunakan dua sepeda motor jenis berbeda yaitu. Di mana salah satu sepeda motor dikendarai oleh tiga orang pelaku saat melakukan aksinya. "Kita sudah mengetahui dua kendaraan yang digunakan pelaku," papar dia.

Untuk kemungkinan pelaku dan korban saling mengenal satu sama lain, Ade mengakui sejauh ini memang belum ada saksi yang menyebutnya secara spesifik. Namun kemungkinan saling kenal bisa saja terjadi dan pihaknya masih mendalaminya.

Sebelumnya polisi menyebut tewasnya DAA bukan karena penganiayaan membabi buta tanpa arah, namun mereka menyebutnya sebagai aksi tawuran. Karena sebelumnya ada proses dari dua kelompok yang mengakibatkan salah satunya tersinggung. "Jadi itu bukan asal serang kepada orang tak dikenal. Tetapi ada pemicunya," terangnya.

Baca juga: Jenderal Polisi Bintang 2 Blusukan ke Pabrik dan Pasar Cek Persediaan Minyak Goreng

Ternyata, sebelum terjadi aksi penganiayaan telah ada aksi saling memprovokasi antara kelompok korban dengan kelompok pelaku. Kedua kelompok ini telah ketemu di jalan ringroad selatan tanpa sengaja

Di mana sebelumnya kelompok korban terdiri dari lima kendaraan yang digunakan delapan orang, sekitar pukul 01.00 WIB, mencoba kecepatan motor di jalan ringroad selatan. Kelompok pelaku memang sengaja mengetes kecepatan sepeda motor mereka, karena memiliki knalpot yang cukup besar.

Motor yang dipacu dengan kecepatan tinggi sehingga menimbulkan suara knalpot cukup besar. Dan di jalur lambat ketemu dengan motor yang diduga kelompok pelaku, ada yang dikendarai lima orang.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1425 seconds (10.55#12.26)