PT Hartadinata Raih Laba Bersih Rp 150,25 Miliar, Pendapatan Tumbuh 17,8%
Rabu, 17 Juni 2020 - 23:30 WIB
loading...
A
A
A
Perseroan juga terus memperluas jaringan gadai di bawah merek PT Gadai Cahaya Abadi (GCDA) yang sudah berijin OJK. Perseroan berencana akan menambah jumlah gerai GCDA di provinsi Jawa Barat, dari sebelumnya 8 gerai menjadi 15 gerai. Sementara ini, Perseroan juga sedang dalam persiapan untuk pembukaan Gadai dengan merek Gadai Terang Abadi Mulia (GTAM) sebanyak 30 gerai di Jawa Timur, yang mana saat ini sedang menunggu tahap akhir proses izin dari OJK. Selain dari itu, Perseroan juga menargetkan untuk membuka 10 gerai di daerah NTT dan 10 gerai di NTB di tahun 2020 ini.
Menurut Sandra, gerai gadai dirancang untuk berdiri berdampingan dengan toko-toko perhiasan emas yang sudah eksis, maupun yang akan dibuka ke depannya, sehingga diharapkan dapat saling menunjang perkembangan bisnis Perseroan. Keberadaan pegadaian diproyeksikan dapat membantu pertumbuhan gerai-gerai penjualan karena skema cicilan akan mempermudah pembelian emas. Selain itu, pelanggan bisa meminjam dana dengan menjaminkan emasnya, baik perhiasan maupun logam mulia.
Sebagai warga korporat Bandung, lanjut dia, perseroan juga melaporkan kegiatan CSR (corporate social responsibility) terkait dengan pandemi COVID-19. Adapun pada April lalu, Hartadinata telah mendonasikan 2.000 masker kain untuk masyarakat sekitar Bandung. (Baca: Kualitas Air Membaik, Progres Program Citarum Harum Naik 25%)
Selain itu, Hartadinata juga menyumbangkan Alat Perlindungan Diri (APD) bagi tenaga medis di RS Bandung, yaitu di antaranya RS St. Borromeus, RS Imanuel, RS Salamun, RS Advent, RS Hasan Sadikin, RSUD Soreang, RS St. Yusuf, RS Paru Rotin Sulu, serta ke beberapa fasilitas kesehatan di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Banjar.
“Hartadinata juga secara aktif melindungi kesehatan para pekerja, karyawan dan pelanggan dari COVID-19, dengan menerapkan langkah-langkah preventif serta standar keamanan diri di pabrik, kantor maupun gerai retail Hartadinata,” tutup Sandra.
Menurut Sandra, gerai gadai dirancang untuk berdiri berdampingan dengan toko-toko perhiasan emas yang sudah eksis, maupun yang akan dibuka ke depannya, sehingga diharapkan dapat saling menunjang perkembangan bisnis Perseroan. Keberadaan pegadaian diproyeksikan dapat membantu pertumbuhan gerai-gerai penjualan karena skema cicilan akan mempermudah pembelian emas. Selain itu, pelanggan bisa meminjam dana dengan menjaminkan emasnya, baik perhiasan maupun logam mulia.
Sebagai warga korporat Bandung, lanjut dia, perseroan juga melaporkan kegiatan CSR (corporate social responsibility) terkait dengan pandemi COVID-19. Adapun pada April lalu, Hartadinata telah mendonasikan 2.000 masker kain untuk masyarakat sekitar Bandung. (Baca: Kualitas Air Membaik, Progres Program Citarum Harum Naik 25%)
Selain itu, Hartadinata juga menyumbangkan Alat Perlindungan Diri (APD) bagi tenaga medis di RS Bandung, yaitu di antaranya RS St. Borromeus, RS Imanuel, RS Salamun, RS Advent, RS Hasan Sadikin, RSUD Soreang, RS St. Yusuf, RS Paru Rotin Sulu, serta ke beberapa fasilitas kesehatan di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Banjar.
“Hartadinata juga secara aktif melindungi kesehatan para pekerja, karyawan dan pelanggan dari COVID-19, dengan menerapkan langkah-langkah preventif serta standar keamanan diri di pabrik, kantor maupun gerai retail Hartadinata,” tutup Sandra.
(don)
Lihat Juga :