PT Hartadinata Raih Laba Bersih Rp 150,25 Miliar, Pendapatan Tumbuh 17,8%
Rabu, 17 Juni 2020 - 23:30 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - PT Hartadinata Abadi Tbk (Hartadinata), produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi Indonesia memaparkan kinerja keuangan perseroan untuk tahun 2019 ke OJK, Rabu (17/6) hari ini. Perseroan mencatatkan total pendapatan pada tahun keuangan 2019 ini tumbuh 17,8% menjadi Rp3,24 triliun.
Sandra Sunanto, Chief Executive Officer PT Hartadinata Abadi Tbk menjelaskan, pencapaian tersebut tidak hanya didorong oleh kenaikan harga emas selama tahun 2019, tetapi juga disebabkan oleh meningkatnya volume penjualan kepada pihak wholesaler sebesar 9,3%, serta pertumbuhan penjualan dari toko milik sendiri sebesar 18,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dengan pertumbuhan pendapatan yang dialami selama tahun 2019, tambahnya, perseroan berhasil meningkatkan laba bersih mencapai Rp 150,25 miliar atau meningkat sebesar 21,3% dibandingkan dengan 2018 sebesar Rp 123,81 miliar. (Baca:Jaga Ketahanan Pangan, Warga Jabar Didorong Bertani di Pekarangan Rumah)
“Hartadinata terus berkomitmen meningkatkan kinerja dengan memperkuat integrasi vertikal dan memperluas penetrasi pasar di Indonesia. Sepanjang tahun 2019, Hartadinata sudah menambah jumlah gerai toko emas ACC hingga 44 gerai secara nasional. Ke depannya kami menargetkan peningkatan toko emas ACC hingga mencapai 100 unit pada tahun 2021,” kata Sandra, Rabu (17/6).
Selain itu, tambahnya, untuk memperkuat posisi di segmen pasar menengah ke atas, Hartadinata juga telah membuka 3 toko Claudia Perfect Jewellery dan 2 toko Celine Jewellery yang fokus pada perhiasan berlian mewah, serta 3 toko ACC Premium yang fokus pada perhiasan emas kadar tinggi.
Selama tahun 2019, peningkatan penjualan perseroan didominasi oleh pasar perhiasan kadar rendah untuk segmen kelas menengah bawah yang berkontribusi 68,6% terhadap total produk yang dipasarkan Perseroan.
“Semakin tingginya harga emas di tahun 2019, membuat Perseroan mempertimbangkan untuk tetap mempertahankan penetrasi produk di pasar kelas ini. Atas pencapaian tersebut, Perseroan telah melakukan penetrasi pasar dan product and market development. Selain itu, Perseroan juga memperkuat Divisi Research and Design guna meningkatkan kualitas produk,” bebernya.
Sandra Sunanto, Chief Executive Officer PT Hartadinata Abadi Tbk menjelaskan, pencapaian tersebut tidak hanya didorong oleh kenaikan harga emas selama tahun 2019, tetapi juga disebabkan oleh meningkatnya volume penjualan kepada pihak wholesaler sebesar 9,3%, serta pertumbuhan penjualan dari toko milik sendiri sebesar 18,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dengan pertumbuhan pendapatan yang dialami selama tahun 2019, tambahnya, perseroan berhasil meningkatkan laba bersih mencapai Rp 150,25 miliar atau meningkat sebesar 21,3% dibandingkan dengan 2018 sebesar Rp 123,81 miliar. (Baca:Jaga Ketahanan Pangan, Warga Jabar Didorong Bertani di Pekarangan Rumah)
“Hartadinata terus berkomitmen meningkatkan kinerja dengan memperkuat integrasi vertikal dan memperluas penetrasi pasar di Indonesia. Sepanjang tahun 2019, Hartadinata sudah menambah jumlah gerai toko emas ACC hingga 44 gerai secara nasional. Ke depannya kami menargetkan peningkatan toko emas ACC hingga mencapai 100 unit pada tahun 2021,” kata Sandra, Rabu (17/6).
Selain itu, tambahnya, untuk memperkuat posisi di segmen pasar menengah ke atas, Hartadinata juga telah membuka 3 toko Claudia Perfect Jewellery dan 2 toko Celine Jewellery yang fokus pada perhiasan berlian mewah, serta 3 toko ACC Premium yang fokus pada perhiasan emas kadar tinggi.
Selama tahun 2019, peningkatan penjualan perseroan didominasi oleh pasar perhiasan kadar rendah untuk segmen kelas menengah bawah yang berkontribusi 68,6% terhadap total produk yang dipasarkan Perseroan.
“Semakin tingginya harga emas di tahun 2019, membuat Perseroan mempertimbangkan untuk tetap mempertahankan penetrasi produk di pasar kelas ini. Atas pencapaian tersebut, Perseroan telah melakukan penetrasi pasar dan product and market development. Selain itu, Perseroan juga memperkuat Divisi Research and Design guna meningkatkan kualitas produk,” bebernya.
Lihat Juga :