Langgar Gipo Surabaya Diusulkan Menjadi Cagar Budaya
Rabu, 17 Juni 2020 - 20:22 WIB
loading...
Warga membersihkan Langgar Gipo di Kalimas Surabaya. Foto/SINDONews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Belakangan masyarakat ramai, termasuk di media sosial, membicarakan keberadaan Langgar Gipo, berada di Kalimas Udik, sekitar kawasan religi Ampel itu memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Tidak hanya sejarah NU karena ada jejak KH. Hasan Gipo sebagai Ketua Umum PBNU pertama, tapi juga bagi bangsa ini. Namun kondisi Langgar Gipo saat ini kurang terawat.
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah, menaruh perhatian pada keberadaan Langgar Gipo ini. Menurut kader Muslimat NU ini, bila melihat nilai sejarahnya, Langgar Gipo ini adalah bangunan bersejarah atau bagian dari situs sejarah karena layak dijadikan cagar budaya.
![Langgar Gipo Surabaya Diusulkan Menjadi Cagar Budaya]()
"Langgar Gipo menjadi tonggak sejarah pengembangan keagamaan, sekaligus ruang diskusi melawan penjajah. Maka sudah sepatutnya pemerintah Kota Surabaya menjadikannya sebagai cagar budaya," tutur Anik Maslachah, Rabu (17/6/2020).
Politisi PKB ini mengungkapkan, jejak sejarah bangunan Langgar Gipo begitu tinggi nilainya. Mulai sebagai tempat ibadah, ruang diskusi (pengembangan ilmu, sosial, budaya, ekonomi) serta politik (strategi melawan penjajah). Bahkan pernah menjadi tempat asrama haji pertama, sebelum diberangkatkan dengan kapal laut melalui Pelabuhan Tanjung Perak.
Karena itu, pihaknya berharap pada pemerintah Kota Surabaya intervensi melakukan revitalisasi dengan menfungsikan kembali Langgar Gipo sebagai tempat ibadah, sekaligus cagar budaya. Dengan begitu dapat menjadi referensi sejarah yang bisa diketahui oleh seluruh masyarakat, sekaligus akan membuka akses perekonomian sekitarnya.
Tidak hanya sejarah NU karena ada jejak KH. Hasan Gipo sebagai Ketua Umum PBNU pertama, tapi juga bagi bangsa ini. Namun kondisi Langgar Gipo saat ini kurang terawat.
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah, menaruh perhatian pada keberadaan Langgar Gipo ini. Menurut kader Muslimat NU ini, bila melihat nilai sejarahnya, Langgar Gipo ini adalah bangunan bersejarah atau bagian dari situs sejarah karena layak dijadikan cagar budaya.

"Langgar Gipo menjadi tonggak sejarah pengembangan keagamaan, sekaligus ruang diskusi melawan penjajah. Maka sudah sepatutnya pemerintah Kota Surabaya menjadikannya sebagai cagar budaya," tutur Anik Maslachah, Rabu (17/6/2020).
Politisi PKB ini mengungkapkan, jejak sejarah bangunan Langgar Gipo begitu tinggi nilainya. Mulai sebagai tempat ibadah, ruang diskusi (pengembangan ilmu, sosial, budaya, ekonomi) serta politik (strategi melawan penjajah). Bahkan pernah menjadi tempat asrama haji pertama, sebelum diberangkatkan dengan kapal laut melalui Pelabuhan Tanjung Perak.
Karena itu, pihaknya berharap pada pemerintah Kota Surabaya intervensi melakukan revitalisasi dengan menfungsikan kembali Langgar Gipo sebagai tempat ibadah, sekaligus cagar budaya. Dengan begitu dapat menjadi referensi sejarah yang bisa diketahui oleh seluruh masyarakat, sekaligus akan membuka akses perekonomian sekitarnya.
Lihat Juga :