Prevalensi Stunting Memprihatinkan, Jabar Nyalakan Tanda Bahaya
Kamis, 31 Maret 2022 - 00:14 WIB
loading...
A
A
A
Hal tak kalah penting, lanjut Atalia, adalah kolaborasi harus terus dilakukan antara PKK dengan berbagai pihak terkait. Apalagi PKK memiliki banyak jaringan di seluruh daerah di Jabar. Baca juga: 428 Orang Tim Pendamping Keluarga Dikukuhkan untuk Tekan Stunting
"Mengapa PKK dianggap penting? Jejaring PKK ada 1,4 juta. Kita ada didalam Tim Pendamping Keluarga sekitar 37.164 bersama dengan para bidan, termasuk juga dari para KB. Kemudian kita juga ada yang namanya kader posyandu. Ada sekitar 380.000 kader, dan ada 52.000 posyandu," papar Atalia.
Sementara itu, dalam kunjungannya ke Command Center Kabupaten Sumedang, Selasa 29 Maret 2022 kemarin, Atalia menilai Sumedang telah melakukan updating data stunting secara berkala.
"Kabupaten Sumedang mempunyai data yang dapat dipertanggungjawabkan terkait dengan perkembangan stunting. Artinya, kabupaten Sumedang bisa mempertanggungjawabkan itu semua kepada pusat melalui pemanfaatan teknologi," tutur Atalia
Atalia juga mengaku bangga dengan Kabupaten Sumedang karena telah berhasil menanggulangi hal-hal yang fundamental dalam penanganan stunting dengan menyediakan satu data untuk semua dengan difasilitasi oleh Command Center. "Kita akan belajar banyak dari Sumedang dengan memanfaatkan SDM yang kita miliki guna membantu pemerintahan lebih baik," katanya.
"Mengapa PKK dianggap penting? Jejaring PKK ada 1,4 juta. Kita ada didalam Tim Pendamping Keluarga sekitar 37.164 bersama dengan para bidan, termasuk juga dari para KB. Kemudian kita juga ada yang namanya kader posyandu. Ada sekitar 380.000 kader, dan ada 52.000 posyandu," papar Atalia.
Sementara itu, dalam kunjungannya ke Command Center Kabupaten Sumedang, Selasa 29 Maret 2022 kemarin, Atalia menilai Sumedang telah melakukan updating data stunting secara berkala.
"Kabupaten Sumedang mempunyai data yang dapat dipertanggungjawabkan terkait dengan perkembangan stunting. Artinya, kabupaten Sumedang bisa mempertanggungjawabkan itu semua kepada pusat melalui pemanfaatan teknologi," tutur Atalia
Atalia juga mengaku bangga dengan Kabupaten Sumedang karena telah berhasil menanggulangi hal-hal yang fundamental dalam penanganan stunting dengan menyediakan satu data untuk semua dengan difasilitasi oleh Command Center. "Kita akan belajar banyak dari Sumedang dengan memanfaatkan SDM yang kita miliki guna membantu pemerintahan lebih baik," katanya.
(don)
Lihat Juga :